Pendidikan

JPMB Gelar Seminar Moderasi Beragama, Proses Memahami Agama secara Adil dan Berimbang

×

JPMB Gelar Seminar Moderasi Beragama, Proses Memahami Agama secara Adil dan Berimbang

Sebarkan artikel ini
JPMB Moderasi Beragama
JPMB dan FKPP menggelar seminar kebangsaan penguatan moderasi beragama dengan tema "Moderenisasi Forum Beragama di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa" di kantor Kemenag Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Pertama, kata Iswar, komitmen kebangsaan penerimaan terhadap prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi UUD 1945 dan regulasi di bawahnya.

Kedua, toleransi merupakan menghormati perbedaan dan memberi ruang orang lain. Untuk keyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat. Menghargai kesetaraan dan sedia bekerjasama.

Ketiga, anti Kekerasan yaitu menolak tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan. Baik secara fisik maupun verbal, dalam mengusung perubahan yang di inginkan.

Keempat, penerimaan terhadap tradisi ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaannya. Sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama.

Moderasi Beragama Menurut Dandim

Komandan Kodim 0733 Kota Semarang Kolonel Inf Rahmad Saerodin menegaskan Islam itu fleksibel dan mengajarkan cinta perdamaian. Sehingga segala perilaku umat Islam harus sesuai dan sejalan dengan ajaran dan amalan Agama Islam.

“Berdasarkan Surah Al-Kafirun ayat 6, sebagai umat Islam kita tidak boleh mencampuradukkan dalam hal aqidah dan ibadah. Tidak beribadah sesuai cara ibadah orang kafir, tidak memaksakan agama dan keyakinan orang lain. Dan tidak memaksa non-muslim untuk beragama islam, serta tidak ikut mengerjakan ibadah orang non muslim,” ujar Dandim.

“Allah SWT tidak melarang orang Islam berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang penganut agama lain. Selama mereka tidak memusuhi dan tidak memerangi atau mengusir orang Islam,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang Ahmad Farid mengatakan inti pokok ajaran agama adalah pada nilai-nilai universal. Karena semua agama mengajarkan saling menghormati, mengasihi dan memuliakan sesama manusia serta membangun kemaslahatan bersama.

“Agama hadir ke muka bumi bertujuan untuk menjaga, memelihara, dan melindungi harkat, martabat, serta derajat kemanusiaan,” kata Farid.

Dia menyebut moderasi Beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama. Yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berlandaskan prinsip adil, berimbang. Dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.