SEMARANG, beritajateng.tv – Memperoleh 17 kursi di DPRD Provinsi Jawa Tengah periode 2024-2029, Partai Golkar mengungkap capaian itu merupakan modal menuju Pilgub Jateng pada November 2024 mendatang.
“Memang kita dengan [perolehan] 17 kursi [di DPRD Provinsi Jateng] mestinya bisa punya potensi untuk mengusung [cagub atau cawagub],” ujar Ketua DPD Golkar Jateng, Panggah Susanto, Selasa, 19 Maret 2024.
Kendati demikian, pihaknya belum dapat berbicara apakah akan mengusung cagub atau cawagub. Sebab, lanjut Panggah, harus ada koalisi untuk mengajukan cagub maupun cawagub dari Partai Golkar.
“Jadi cagub atau cawagub kita belum tahu ya, ini kan tergantung dari kondisi juga. Belum bisa mengusung sendiri, belum tahu syarat mengusung sendiri itu berapa kursi, tetapi yang jelas harus ada koalisi,” sambung Panggah.
Saat ini, beberapa tokoh asal Golkar di Jateng, seperti Bupati Kendal, Dico Ganinduto, dan Mantan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, masuk dalam bursa Pilgub Jateng 2024. Menanggapi hal itu, Panggah merespons singkat.
Pihaknya menyebut, Golkar Jateng saat ini memiliki banyak kader yang potensial. Sehingga, perihal nama-nama itu, ia tak menjawab secara spesifik.
“Kita di Golkar banyak lah kader-kader Golkar ini, kader-kader yang potensial itu banyak. Kita tidak terburu-buru begitu, tapi kira-kira arahnya kita siapkan kader, kita komunikasikanlah,” paparnya.
Penentuan kader Golkar Jateng untuk Pilgub masih cair
Lebih lanjut, perihal penentuan kader, Panggah menuturkan saat ini kondisi politik menuju Pilgub Jateng masih sangat cair. Sehingga, lanjutnya, dinamika masih sangat mungkin untuk terjadi.
Kendati demikian, pihaknya tak menampik bahwa setelah Pemilu 2024 usai, Golkar Jateng harus fokus dalam bursa Pilgub 2024 pada November mendatang.
“Masih sangat cair ini, yang jelas dalam waktu dekat ya harus memang sudah mulai kita komunikasi untuk menempatkan kepala daerah,” bebernya.





