BACA JUGA: Mengenang Kejayaan Koo Lian Bik, Ahli Reparasi Kamera Legendaris di Kota Semarang
“Semakin ke sini, karena barang sudah lama tidak produksi lagi dan permintaan pasar besar banget, akhirnya cari barang susah. Supply-demand berpengaruh banget, barang tidak banyak tapi peminat banyak banget, jadi harganya naik sekali,” tutur Syafrinal.
Syafrinal menuturkan, ia mendapat kamera digital jadul itu dari pengguna yang sudah bosan maupun penjual lainnya.
“Dapat barangnya dari user yang sudah pada bosan atau penawaran dari seller lain; kadang juga dapat dari tetangga atau teman,” ungkap dia.
Warna pink bisa lebih mahal, mayoritas peminat perempuan jadi alasan
Beragam merek kamera digital terpajang rapi di etalase toko Syafrinal. Tak cuma merek besar seperti Canon, Sony, Fujifilm, dan Nikon, merek yang cukup langka seperti Casio dan Benq pun tak luput dari etalase Syafrinal.
Selain fungsi, kata Syafrinal, kondisi bodi hingga warna pun menentukan harga. Digicam dengan warna merah muda atau pink ia jual dengan harga yang cukup tinggi ketimbang digicam lainnya. Pasalnya, mayoritas pembeli kamera digital di tokonya ialah perempuan.
“Kalau range harga normal dari Rp1,2 sampai Rp3 jutaan. Pembelinya rata-rata perempuan semua. Mungkin gara-gara artis pakai kamera digital, mereka jadi FOMO untuk beli,” terangnya.
BACA JUGA: Melacak Jejak Orang Tionghoa di Fotografi Semarang, Dari Ahli Reparasi hingga Buka Toko Kamera
Raup omzet hingga Rp50 juta, sebulan terjual 40 unit
Syafrinal mengungkap, semakin membludaknya permintaan kamera digital di pasaran membuat adanya tren baru di dunia fotografi. Ia menuturkan, sebelum melejit seperti saat ini, pembeli lebih menyukai merek Sony atau Nikon.
“Sekarang variatif ya, tidak seperti tahun lalu yang carinya Sony atau Nikon. Bahkan sekarang pada suka Lumix, Fujifilm. Sekarang untuk konsumen tertariknya variatif, tidak ada segmen tertentu,” ungkapnya.
Meskipun baru terjun di dunia jual beli kamera digital pada 2022 lalu, Syafrinal mengaku bisa mengantungi omzet Rp40 juta hingga Rp50 juta per bulannya.





