“Sebulan biasanya terjual 40 kamera digital, omzetnya Rp50 juta, Rp40 jutaan,” akunya.
Peminat kamera analog tak terlalu banyak
Tak cuma kamera digital, Toko Loak Oentok Laok juga menjajakan kamera jadul lain seperti kamera analog. Bahkan, ada dua buah handycam yang masih menggunakan kaset.
Namun, Syafrinal mengungkap perputaran kamera analog tak secepat digicam di tokonya. Ia pun membeberkan alasan kamera digital bisa menjadi primadona kawula muda saat ini.
“[Kamera analog] mulai menurun. Kami ada beberapa stok analog, tapi tidak sekenceng perputaran kamera digital. Kalau untuk DSLR masih ada peminatnya, cuma untuk profesional. Kamera digital kan simpel, bisa kita bawa ke mana-mana, ringkes dengan hasil estetik pada umumnya untuk medsos sekarang,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





