SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang memperluas pemeriksaan kesehatan gratis setelah menemukan masih rendahnya cakupan screening masyarakat.
Kanker payudara menjadi salah satu perhatian utama karena masuk dalam tiga besar penyakit kanker yang ada di Kota Semarang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M. Abdul Hakam mengatakan cakupan cek kesehatan gratis atau CKG saat ini baru sekitar 42 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat hingga 80 persen.
“Kalau CKG di Kota Semarang hari ini kurang lebih masih sekitar 42 persen. Harapannya kita masih punya target 80 persen masyarakat harus bisa melaksanakan cek kesehatan gratis,” kata Hakam, Selasa, 11 Agustus 2026.
BACA JUGA: Bukan Demi MTQ Nasional, Ini Alasan Sebenarnya Pemkot Semarang Bongkar Simpang Lima
Upaya mengejar target tersebut terlaksana dengan memperbanyak akses pemeriksaan. Salah satunya melalui layanan kesehatan gratis yang berlangsung di Balai Kota Semarang selama tiga hari, Senin hingga Rabu.
Minat warga ternyata cukup tinggi. Kuota awal sebanyak 300 peserta per hari langsung terpenuhi. Pihaknya kemudian menambah sekitar 50 kuota setiap hari untuk mengakomodasi masyarakat yang masih ingin mengikuti pemeriksaan.
“Sehari itu bisa 350-an. Kita memang buka cek kesehatan gratis. Termasuk di dalamnya pemeriksaan payudara, pemeriksaan leher rahim, pemeriksaan foto dada dengan X-ray,” ujar Hakam.
Tidak hanya menyasar masyarakat umum, program tersebut juga memberi perhatian khusus kepada kelompok perempuan rentan. Mereka antara lain perempuan lanjut usia dan ibu-ibu yang bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan pemeriksaan gratis penting karena biaya menjadi salah satu alasan masyarakat menunda screening.
“Screening pemeriksaan payudara gratis ini memberi kesempatan kepada perempuan di Kota Semarang, terutama kelompok rentan,” kata Agustina.
Ia menyebut sejumlah perempuan sebenarnya ingin melakukan pemeriksaan, tetapi terkendala biaya. Kondisi tersebut membuat penyakit berpotensi diketahui ketika sudah memasuki tahap lebih serius.





