Kesehatan

Kanker Payudara Masuk Tiga Besar Kasus di Semarang, Pemkot Perluas Screening Gratis

×

Kanker Payudara Masuk Tiga Besar Kasus di Semarang, Pemkot Perluas Screening Gratis

Sebarkan artikel ini
Kanker Payudara Masuk Tiga Besar Kasus di Semarang, Pemkot Perluas Screening Gratis
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau CKG dan Donor Darah di Balai Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

“Ini paling banyak kelompok rentan, ada ibu-ibu dari ojek online, ada ibu-ibu yang sepuh, sudah enggak punya pendapatan apa pun. Karena ternyata kalau enggak gratis mahal,” ujarnya.

Kanker Payudara Jadi Alarm

Hakam mengatakan kanker payudara menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius di Kota Semarang. Berdasarkan data yang ada, kanker payudara berada dalam tiga besar kasus kanker di daerah tersebut.

“Tiga besar kanker yang ada di Kota Semarang ini nomor satu kanker payudara, nomor dua kanker serviks,” katanya.

Kondisi itu membuat screening dini tidak bisa hanya menjadi kegiatan seremonial. Pemerintah harus memastikan masyarakat yang memiliki indikasi penyakit mendapatkan pemeriksaan lanjutan.

Menurut Hakam, pemeriksaan dini memungkinkan tenaga medis menemukan penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

“Kalau dilakukan skrining, ketahuan lebih dini, nanti diobati. Jangan sampai kemudian jadi penyakit kronik,” ujarnya.

Karena itu, hasil pemeriksaan dalam program gratis tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya. Warga yang ditemukan memiliki benjolan atau indikasi kelainan akan diarahkan mendapatkan pemeriksaan lanjutan.

“Tentunya hasil positif, ada benjolan, ada positif pemeriksaan leher rahimnya, pasti langsung dilakukan tata laksana,” kata Hakam.

Jika penanganan tidak dapat dilakukan di Puskesmas, pasien akan mendapatkan rujukan ke rumah sakit.

“Kalau tidak bisa di Puskesmas, nanti pasti akan dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Tingginya animo warga bahkan membuat Pemkot Semarang harus memperluas kapasitas pemeriksaan. Awalnya, sebanyak 600 orang menjadi sasaran pemeriksaan.

Namun, sekitar 150 orang tambahan mendaftar. Pemerintah kemudian menyiapkan layanan lanjutan melalui Rumah Sakit Siloam dengan fasilitas pemeriksaan yang tetap di berikan secara gratis.

“Yang daftar ini ada 600, tapi yang daftar tambah 150 sehingga nanti akan terlayani di RS Siloam. Perlakuannya sama, gratis,” kata Agustina.

Layanan pemeriksaan melibatkan sejumlah rumah sakit, Puskesmas, tenaga kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang, mahasiswa KKN, serta dokter spesialis.