Ia juga mengimbau jemaah yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan agar tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari travel.
Untuk jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, pendampingan tetap di lakukan pihak travel yang berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji di Jeddah serta maskapai penerbangan.
“Saya membaca sudah ada beberapa jemaah yang penerbangannya ditunda dan diberikan hotel transit di Jeddah. Tapi jumlahnya dari Jawa Tengah berapa, kami belum bisa memantau,” tambahnya.
Haji 2026 Tetap On Schedule
Sementara itu, Fitriyanto memastikan bahwa hingga saat ini penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M belum terdampak situasi tersebut. Persiapan tetap berjalan sesuai jadwal.
“Haji masih on schedule. Kloter pertama masuk asrama 21 April dan berangkat 22 April,” tegasnya.
Terkait kemungkinan adanya rencana cadangan (plan B) apabila situasi berlarut, Fitriyanto menyebut hingga kini belum ada skenario khusus yang disiapkan di tingkat wilayah.
“Sampai hari ini belum ada plan A atau plan B. Ini masih awal, semoga tidak berkepanjangan dan tetap berjalan sesuai jadwal,” katanya.
Keputusan strategis, lanjutnya, akan pemerintah pusat tentukan melalui Kementerian Haji dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk konsultasi dengan DPR.
Imbauan untuk Calon Jamaah Haji dan Umrah
Kanwil Kemenhaj Jateng juga telah menerbitkan imbauan melalui laman resmi agar jemaah berhati-hati dan terus berkomunikasi dengan travel terkait jadwal keberangkatan dalam waktu dekat.
BACA JUGA: Kuota Haji Jateng 2026 Capai 34.122 Jemaah, Taj Yasin Minta Tingkatkan Pelayanan
Untuk calon jemaah haji, Fitriyanto berpesan agar tetap fokus pada persiapan.
“Saya minta jamaah tetap tenang. Persiapan haji tetap jalan, jaga kesehatan, perdalam ilmu manasik. Semoga perjalanan tahun ini tetap berjalan sesuai rencana,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





