Namun, Yura mendapati kenyataan bahwa pernikahan yang ia jalani jauh dari apa yang ia bayangkan. Alih-alih bahagia, ia justru mengalami luka dan dipaksa untuk beradaptasi dengan penderitaan tersebut.
Suaminya terus-menerus melakukan kesalahan yang merusak keharmonisan rumah tangga mereka, namun Yura terjebak dalam dilema antara nilai-nilai pernikahan yang diajarkan keluarganya dan kenyataan yang ia hadapi.
Ia merasa terpaksa untuk tunduk pada suami, meskipun hatinya terluka. Yura harus menghadapi dan menyembuhkan luka batin serta fisiknya seorang diri.
Pertanyaannya, hingga kapan Yura akan terus bertahan? Akankah kesabarannya membuahkan kebahagiaan dalam pernikahan yang ia idam-idamkan? Nantikan di bioskop ya. (*)





