BLORA, beritajateng.tv – Kasus demam berdarah (DBD) mengalami peningkatan pada tahun 2024 khususnya di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Edi Widiyat, tahun ini merupakan siklus lima tahunan untuk kasus DBD di wilayahnya.
“Tahun ini kasus DBD di Blora memang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat sudah ada 176 kasus dan 9 orang meninggal dunia akibat DBD,” ujar Edi kepada beritajateng.tv pada Rabu, 3 April 2024.
Kasus DBD terbanyak menyerang anak dan remaja di Blora
Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa kasus demam berdarah di Blora didominasi oleh anak-anak dan remaja.
Namun, tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terserang penyakit ini.
“Kasus DBD ini mostly (kebanyakan) menyerang anak-anak dan remaja. Tapi, tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa kena,” tutur Edi.
BACA JUGA: Hujan Berseling Cuaca Panas Berpotensi Tingkatkan DBD, Dinas Kesehatan Jateng Beberkan Alasannya
Edi mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan DBD dengan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air, serta plusnya adalah menjaga kebersihan lingkungan.
“Masyarakat harus melakukan 3M Plus untuk mencegah DBD. Selain itu, jaga juga kebersihan lingkungan agar tidak ada sarang nyamuk,” imbaunya. (*)
Editor: Farah Nazila





