Kesehatan

Kasus HIV AIDS di Demak Meningkat, Perilaku LGBT Jadi Penyumbang Terbanyak

×

Kasus HIV AIDS di Demak Meningkat, Perilaku LGBT Jadi Penyumbang Terbanyak

Sebarkan artikel ini
HIV AIDS Perilaku LGBT
Bupati Demak Eistianah memberikan sambutan dalam kegiatan Forum Komunikasi Ulama Umaro dengan tema pencegahan perilaku menyimpang LGBT untuk menekan kasus HIV AIDS, Senin, 4 Desember 2023. (Wisnu Budi/beritajateng.tv)

DEMAK, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak gencar melakukan penanganan penurunan kasus HIV AIDS dengan dominasi perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT).

Kasus penularan HIV AIDS di Kabupaten Demak dalam kurun waktu 20 tahun terhitung cukup tinggi.

Pemerintah menggencarkan sosialisasi pencegahan penyakit yang berasal dari perilaku menyimpang seperti halnya LGBT.

Hal ini Bupati Demak Eistianah sampaikan dalam acara Forum Komunikasi Ulama Umaro di Demak, Senin 4 Desember 2023.

Menurutnya, butuh kerja keras semua sektor untuk menekan pencegahan dan pengendalian penyebaran HIV AIDS. Agar generasi yang akan datang terhindar dari penyakit yang belum ada obat penyembuhnya.

“Ini adalah kasus kesehatan masyarakat yang tidak hanya memerlukan perhatian, tetapi juga kerja sama semua pihak,” terang Bupati.

Eistianah mengatakan, di zaman modern ini telah memberikan dampak yang luar biasa bagi remaja terutama dampak internet.

Apalagi tanpa filter dari keluarga, banyak kalangan remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas. Kemudian menimbulkan keragaman identitas seksual dan gender yang lebih kita kenal dengan LGBT.

Kasus HIV AIDS Akibat Perilaku LGBT

“LGBT tidak hanya menjadi isu kesehatan, tetapi juga menyangkut nilai-nilai moral dan agama yang kita pegang. Oleh karena itu, Forum Komunikasi ini menjadi wadah yang sangat berharga untuk mendiskusikan pendekatan terbaik dalam memberikan arahan dan pendidikan kepada remaja kita,” ujarnya.

Bagi kalangan remaja yang merupakan aset bangsa tersebut perlu pengawasan ekstra terutama di lingkup sekolah. Oleh sebab itu sebagai pendidik, guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing dan membantu mereka menghadapi tantangan zaman ini.

“Sebagai para pendidik, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif. Lingkungan yang mendukung, dan memberikan pemahaman yang benar tentang keberagaman manusia,” katanya.

Bupati menyebut, pencegahan perilaku LGBT bukanlah tentang menyalahkan atau merendahkan. Tetapi lebih kepada memberikan pendidikan moral yang sesuai dan mendukung perkembangan positif remaja.