Viral

Kasus Pembakaran 3 Santri di Ponpes Lombok, Pesantren Disebut Beri Uang Hanya Rp1 Jutaan

×

Kasus Pembakaran 3 Santri di Ponpes Lombok, Pesantren Disebut Beri Uang Hanya Rp1 Jutaan

Sebarkan artikel ini
pembakaran ponpes lombok
Kasus pembakaran tiga santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Desa Aik Darek, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). (YouTube/Denny Sumargo)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kasus pembakaran tiga santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Desa Aik Darek, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tampaknya masih viral di medsos.

Selain menewaskan satu santri dan melukai dua korban lainnya, keluarga korban kini mempertanyakan komitmen pihak pesantren terkait biaya pengobatan.

Putri, pendamping yang mengawal kasus tersebut, mengungkapkan bahwa pihak Ponpes sebelumnya sempat berjanji akan membantu biaya perawatan para korban.

Namun, menurutnya, bantuan yang diberikan jauh dari harapan.

BACA JUGA: Ada Sekolah Negeri Arahkan Beli Seragam ke Toko Tertentu, Pemprov Jateng Pastikan Bakal Beri Sanksi

Putri menyebut pihak Ponpes hanya menyerahkan uang secara bertahap dengan nominal berkisar Rp100.000 hingga Rp500.000.

“Total yang di terima sampai saat ini sekitar Rp1.650.000,” ujarnya, seperti beritajateng.tv kutip dari Denny Sumargo, Senin 13 Juli 2026.

Ia juga mengatakan pihak pesantren tidak pernah menyampaikan nominal pasti terkait bantuan biaya pengobatan yang mereka janjikan kepada para korban.

Sementara itu, proses hukum terus berjalan. Kepolisian telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kedua tersangka masing-masing berinisial AMR, yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, serta MR, seorang santri senior di lingkungan pesantren tersebut.

BACA JUGA: Kiai Ponpes di Semarang Cabuli Santriwati, Pemprov Jateng Gandeng Kemenag Usut Izin dan Legalitas Bangunan

Dari insiden pembakaran tersebut, menyebabkan dua santri mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif. Sementara satu korban lainnya meninggal dunia akibat luka yang ia deritanya.

Kasus ini masih terus didalami aparat kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp