Kesehatan

Kasus Suspek Campak Tembus 10 Ribu di Awal 2026, IDAI Ingatkan Imunisasi Anak Cegah KLB

×

Kasus Suspek Campak Tembus 10 Ribu di Awal 2026, IDAI Ingatkan Imunisasi Anak Cegah KLB

Sebarkan artikel ini
IDAI Campak | penyakit berat | vaksin campak
Ilustrasi vaksin campak. (ant)

“Perlu pahami bahwa imunisasi campak rubella aman dan efektif. Isu-isu tentang keamanan vaksin yang beredar di masyarakat tidak berdasar secara ilmiah. Vaksin MR di Indonesia telah melalui proses evaluasi ketat dan mendapatkan izin edar dari BPOM,” jelasnya.

Penanganan Medis dan Pencegahan Penularan Campak

Selain imunisasi, IDAI juga menekankan pentingnya penanganan medis dan pencegahan penularan. Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, menyebut pengobatan campak bersifat suportif karena belum ada antivirus spesifik.

“Dalam menangani campak, tata laksana bersifat suportif dan simptomatik karena belum ada antivirus spesifik. Namun ada satu intervensi yang sangat penting dan terbukti menurunkan angka kematian hingga 50% yaitu pemberian vitamin A sesuai rekomendasi WHO,” katanya.

Ia menambahkan pasien campak dapat menularkan virus sejak empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam muncul, sehingga isolasi pasien sangat penting untuk mencegah penyebaran.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan kondisi ini membutuhkan langkah cepat dari semua pihak.

“Kita harus bertindak cepat untuk melindungi anak-anak Indonesia. Imunisasi adalah hak dasar anak dan kewajiban kita untuk memastikan setiap anak terlindungi,” ujarnya pada Selasa, 10 Maret 2026 malam.

BACA JUGA: Anak Berpenyakit Berat Tak Bisa Vaksin Campak, IDAI: Tak Optimal Merespons, Tetap Bisa Terlindungi

IDAI juga mengingatkan bahwa campak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, ensefalitis, hingga kematian. Karena itu, organisasi tersebut meminta orang tua tidak menunda imunisasi anak.

“Kematian akibat campak adalah kematian yang seharusnya tidak terjadi. Kita memiliki alat pencegahan yang aman, efektif, dan tersedia gratis di fasilitas kesehatan,” kata dr Piprim.

Ia menegaskan pemerintah telah menyediakan vaksin dan tenaga kesehatan untuk pelayanan imunisasi. Sehingga masyarakat mesti lebih aktif melindungi anak dari penyakit menular tersebut.

“Jangan tunda imunisasi, jangan abaikan gejala, dan jangan ragu untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika ada tanda-tanda penyakit,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi