Jateng

Proyek Geotermal Gunung Ungaran Belum Dimulai, Warga Sudah Cemaskan Sumber Mata Air hingga Longsor

×

Proyek Geotermal Gunung Ungaran Belum Dimulai, Warga Sudah Cemaskan Sumber Mata Air hingga Longsor

Sebarkan artikel ini
Geotermal Ungaran
Zumaroh, warga Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, saat ditanya perihal proyek geotermal Gunung Ungaran. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Rencana proyek geotermal di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran masih memicu kekhawatiran warga di sekitar kawasan tersebut.

Kekhawatiran itu terutama berkaitan dengan dampak yang mungkin muncul apabila proyek pemanfaatan energi panas bumi tersebut benar-benar dilaksanakan.

Hingga kini, warga mengaku belum mengetahui secara pasti kapan proyek geotermal di kawasan Gunung Ungaran akan mulai dilaksanakan oleh pemegang konsesi.

Namun, informasi yang beredar mengenai rencana tersebut telah memantik kecemasan, khususnya di sejumlah wilayah Kecamatan Bandungan dan sekitarnya, Kabupaten Semarang.

Salah satu kekhawatiran warga berkaitan dengan keberadaan sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun mengairi lahan pertanian.

Emiyati, warga Dusun Golak, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, mengatakan sejumlah wilayah di lereng Gunung Ungaran dan sekitarnya sudah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih meski proyek geotermal belum berjalan.

BACA JUGA: Proyek Geotermal Ungaran Diprotes Warga, Komisi D DPRD Jateng Bakal Minta Penjelasan ke Kementerian ESDM

Salah satunya terjadi di Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono, wilayah yang berada di lereng barat daya Gunung Ungaran.

Emiyati khawatir kegiatan eksplorasi panas bumi nantinya berdampak terhadap sumber-sumber mata air yang selama ini menjadi tumpuan warga.

Menurutnya, air tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mengairi lahan pertanian yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.

“Sebab belum ada pengeboran (eksplorasi) saja sudah ada yang kekurangan air, bagaimana nanti jika proyek geotermal nanti dilakukan,” ujarnya.

Ia menduga eksplorasi panas bumi berpotensi memengaruhi sejumlah titik mata air yang berada di kawasan Gunung Ungaran.

“Pasti akan ada titik-titik mata air di kawasan Gunung Ungaran yang bisa jadi akan terdampak oleh proyek geotermal tersebut,” tegasnya.

Kekhawatiran Warga Lainnya soal Proyek Geotermal Gunung Ungaran

Kekhawatiran serupa disampaikan Zumaroh, warga Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono. Ia mengaku mengikuti informasi mengenai rencana proyek geotermal di lereng Gunung Ungaran melalui sejumlah pemberitaan media.

Informasi tersebut membuatnya khawatir apabila kegiatan eksplorasi panas bumi nantinya turut memengaruhi kondisi lingkungan di Desa Kemitir, terutama ketersediaan air bersih.

“Kok harus dibor (eksplorasi) di Gunung Ungaran, apakah nanti tidak semakin memperparah kesulitan air bersih di lingkungan Desa Kemitir ini,” ungkapnya.

BACA JUGA: Proyek Geotermal Gunung Ungaran Jadi PSN, Bupati Semarang Minta Pemerintah Pusat Sosialiasi Terbuka ke Warga

Selain persoalan sumber air, Zumaroh juga mengkhawatirkan potensi bencana alam apabila proyek geotermal dilaksanakan di kawasan Gunung Ungaran.

Ia menyebut Kecamatan Sumowono selama ini termasuk wilayah yang rawan mengalami tanah longsor. Karena itu, ia berharap aspek kerawanan bencana turut menjadi perhatian dalam rencana eksplorasi panas bumi.

“Jadi selain mengkhawatirkan pengaruhnya bagi sumber-sumber air, saya juga khawatir proyek tersebut akan meningkatkan potensi kebencanaan,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp