Olahraga

Mengenal Lebih Dekat Tim Voli Putra U21 Indonesia, Cek Posisi dan Track Record Pemainnya di FIVB 2025

×

Mengenal Lebih Dekat Tim Voli Putra U21 Indonesia, Cek Posisi dan Track Record Pemainnya di FIVB 2025

Sebarkan artikel ini
voli putra U21
Pemain tim voli putra U21 Indonesia. (Foto: instagram @volinewsid).

SEMARANG, beritajateng.tv – Tim voli putra U21 Indonesia resmi memulai petualangan mereka di Kejuaraan Dunia (FIVB) U21 2025, yang berlangsung di Jiangmen, China pada 21 hingga 31 Agustus 2025. Menghadapi grup penyisihan bersama Italia, Argentina, Prancis, Ukraina, dan Tunisia, Garuda Muda membawa segudang harapan dan semangat tinggi.

Kini, tim voli putra U21 Indonesia harus berjuang untuk memperebutkan posisi peringkat 17-24 usai kalah melawan Prancis. Kekalahan tersebut membuat Indonesia menempati posisi kelima di klasemen.

Pelatih Li Qiujiang, didampingi asisten Anwar Sadat, telah mengasah 12 atlet muda terbaik dalam tim voli putra U21 Indonesia lewat persiapan matang. Mulai dari rangkaian TC intensif, pengalaman tanding di Proliga, hingga prestasi di kompetisi U20 Asia.

Berikut 12 pemain voli terbaik dalam formasi tim voli putra U21 Indonesia.

BACA JUGA: Perjuangan Garuda Muda, Menakar Peluang Tim Voli Putra U21 Indonesia di Perebutan Peringkat 17-24 FIVB 2025

Pajar Pamungkas dan Hillarius Galang Bryantama

Dua setter bertipe ‘otak serangan’ ini telah dipilih oleh pelatih Anwar Sadat untuk menjaga pola permainan tim tetap hidup. Pajar Pamungkas yang berpostur sekitar 1,80 m dan Hillarius Galang Bryantama setinggi 1,85 m jadi opsi andalan merangkai serangan dari tengah lapangan. Keduanya jadi senjata penting agar transisi bola ke spiker bisa berkualitas dan ritmis.

Muhammad Darda, Agustino dan Zaki Hasan

Tiga middle blocker ini adalah tembok pertahanan sekaligus peluncur serangan cepat. Muhammad Darda Mulya (sekitar 1,90 m), Agustino (±1,95 m), dan Zaki Hasan Maulana (±1,90 m) membentuk pertahanan yang sulit ditembus. Kekompakan mereka semakin tajam karena mayoritas berlaga di Garuda Jaya (Proliga) sehingga memberi keunggulan sinergi.

Bagas Wijanarko, Muhammad Haikal, dan Krisna