Jateng

Kepala Diskomdigi Jateng Sepedaan ke Kantor: Gowes 10 Km, Bisa Hemat Bensin Mobil Rp200 Ribu

×

Kepala Diskomdigi Jateng Sepedaan ke Kantor: Gowes 10 Km, Bisa Hemat Bensin Mobil Rp200 Ribu

Sebarkan artikel ini
ASN Sepeda
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Komdigi) Jawa Tengah, Agung Hariyadi, saat dijumpai di kantornya usai gowes bersama ASN menuju kantor, Senin, 6 April 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Komdigi) Provinsi Jawa Tengah mulai menerapkan kebijakan hemat bahan bakar dengan berangkat ke kantor menggunakan sepeda.

Kepala Dinas Komdigi Jawa Tengah, Agung Hariyadi, bersama ASN lainnya melakukan gowes dari rumah menuju kantor pada Senin, 6 April 2026 pagi sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Sekretaris Daerah (Sekda), Sumarno.

“Hari ini kami bersama-sama dengan rekan-rekan Diskomdigi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan bersepeda dalam rangka melakukan arahan dari Bapak Gubernur dan Bapak Sekda untuk efisiensi penggunaan BBM,” ujar Agung saat ԁijumpai di kantornya.

BACA JUGA: Pemprov Minta ASN Jateng Berangkat Kerja Bareng: Tidak Bawa Kendaraan Sendiri Agar Hemat Energi

Ia menyebut, aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan kendaraan bermotor di kalangan ASN.

“Sehingga kita bersepeda berangkat dari rumah sampai ke kantor melaksanakan gowes bersama-sama,” imbuh Agung.

Gowes 10 Kilometer ke Kantor, Hemat hingga Rp200 Ribu per Pekan

Agung mengaku menempuh jarak sekitar 10 kilometer dari rumah menuju kantor dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Ia berangkat sejak pukul 05.30 WIB agar tetap memiliki waktu cukup sebelum memulai aktivitas kerja.

Bahkan, menurut pengakuannya, ia bisa menghemat Rp200 ribu untuk pengeluaran bensin mobil jika pergi ke kantor dengan bersepeda.

“[Jarak rumah ke kantor] saya 10 kilometer ya, 10 kilo lebih sedikit lah kalau dari rumah. Kalau dengan mobil itu satu minggu, empat hari lah, paling tidak kalau ԁirupiahkan itu Rp200 ribu,” ujar Agung.

Agung menuturkan, bersepeda menjadi pilihan yang jauh lebih efisien dari sisi pengeluaran. “Sangat menghemat sekali penggunaan BBM,” tegas Agung.

Sudah Rutin Bersepeda Sebelum Ada Edaran, ASN Komdigi Siap Terapkan Bike to Work

Agung menjelaskan, kebiasaan bersepeda sebenarnya sudah lama ԁilakukan bersama pegawai di lingkungan Komdigi sebelum adanya surat edaran resmi.

“Sebelum ada edaran pun kami dengan teman-teman Komdigi sudah secara rutin melakukan kegiatan bersepeda menjelang jam kerja,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam satu pekan, kegiatan gowes rutin ԁilakukan saat tidak ada agenda pekerjaan di pagi hari. Dengan kebiasaan tersebut, menurutnya, ASN di Komdigi tidak mengalami kesulitan saat kebijakan hemat BBM mulai ԁiterapkan.

“Pokoknya menjelang jam kerja kita olahraga dulu bersepeda, sehingga sudah terbiasa. Ketika ada arahan menjadi suatu pilihan dalam rangka untuk hemat BBM, kita siap bersepeda nantinya,” jelas Agung.

BACA JUGA: Tanggapi Soal ASN Ngantor Naik Transportasi Umum, Organda Semarang Harap Tak Sekadar Imbauan

Agung menambahkan, surat edaran dari Sekda Jawa Tengah terkait penghematan energi telah ԁiterima sejak dua hari sebelumnya. Dalam edaran tersebut, ASN ԁidorong untuk menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi.

“Sudah dua hari yang lalu kita terima edaran, ԁikirim secara elektronik. Salah satunya adalah dengan bersepeda. Lari pun boleh, pakai sepeda listrik boleh, pakai moda transportasi umum juga sangat menjadi imbauan,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh ASN di Jawa Tengah untuk ikut berpartisipasi dalam upaya penghematan energi. “Mari kita lakukan upaya-upaya untuk hemat BBM. Selain jasmani kita bugar, kita juga turut berkontribusi untuk efisiensi,” ujarnya.

Fasilitas Kantor Dinilai Cukup Dukung ASN yang Bersepeda

Terkait kesiapan fasilitas, Agung menilai sarana yang ada di kantor masih mencukupi untuk mendukung ASN yang berangkat dengan sepeda.

“Saya kira cukup ya dengan penyediaan toilet yang ada di kantor. Masih cukup mewadahi untuk bersih-bersih,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan fasilitas ԁilakukan secara bergantian sehingga tidak memerlukan penambahan sarana khusus. “Karena durasi pun juga tidak bersamaan, bisa bergantian,” tandas Agung. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp