“Kami mengikuti pameran MTQ yang ke-31 di Semarang ini dengan membawa hasil UMKM dari para perajin yang ada di Kabupaten Mimika. Nah, ada juga dari pemerintah daerah,” katanya.
Baginya, keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan beragam produk khas Mimika. Tentunya kepada masyarakat dari berbagai daerah yang hadir selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
Tak hanya kerajinan, Nurihfa mengatakan, stan Mimika juga membawa sejumlah produk makanan, seperti kopi dan olahan berbahan mangrove atau pohon bakau.
Dia juga memperkenalkan olahan berbahan kambelo. Menurut Nurihfa, kambelo merupakan hewan yang ditemukan di dalam kayu mangrove yang telah tua dan ditebang, kemudian diolah menjadi kerupuk.
Selain kambelo, Nurihfa menyebut buah mangrove juga dimanfaatkan menjadi produk makanan. Dia berharap kehadiran produk-produk khas Mimika dalam Pameran Serambi Nusantara dapat memperkenalkan potensi UMKM daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah.
“Terus ada produk makanan seperti kopi. Terus keripik-keripik yang terbuat dari kambelo. Itu hewan yang ada di dalam kayu mangrove yang sudah tua ditebang. Kalau dibelah ada ulat dalam. Nah, dari ulat itu yang dijadikan sebagai kerupuk. Jadi manfaatnya banyak,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





