SEMARANG, beritajateng.tv – Kapolres Klaten, AKBP Warsono, menanggapi kasus Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Klaten, korban tewas akibat tercebur di kolam sekolahnya.
AKBP Warsono menyebut, keluarga korban enggan membuat laporan ke kepolisian.
“Pihak keluarga itu tidak mau membuat laporan,” ujar AKBP Warsono saat beritajateng.tv temui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 9 Juli 2024 sore.
Pihaknya mengungkap, keluarga korban sudah membuat surat pernyataan jika mereka tak akan membuat laporan dan menyatakan kejadian nahas itu sebagai musibah.
“Ini keluarga nyatakan sebagai musibah. Kemudian, [keluarga] menolak untuk autopsi [korban],” ujarnya.
Kendati begitu, AKBP Warsono mengaku tetap melalukan serangkaian penyelidikan. Meskipun, kata dia, pihak keluarga bersikukuh tak ingin membuat laporan.
“Yang jelas dari pihak keluarga, dengan didampangi apartur pemerintah desa, menyatakan tidak mau membuat laporan ke pihak kepolisian terkait kejadian itu,” ucapnya.
Baginya, untuk naik ke tahap penyidikan pun tak bisa ia lakukan. Sebab, tak ada dasar berupa laporan dari keluarga korban.
“Belum [naik ke penyidikan], kita dasarnya apa?” tegasnya.
BACA JUGA: Diceburkan ke Kolam saat Ultah, Ketua OSIS SMA di Klaten Meninggal Tersengat Listrik
Kronologi korban tewas tercebur kolam, bermula dapat kejutan di hari ulang tahun
Lebih lanjut, AKBP Warsono membeberkan sedikit kronologi tewasnya Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Klaten.
“Korban itu tersengat di sekolahan. Di depannya ada kolam kecillah, mungkin di situ ada pompa air,” jelasnya.
Namun, ia tak bisa memastikan kronologi tewasnya korban.
“Belum saya terlalu pastikan, karena awalnya dia ulang tahun. Terus diceburkan, itu masih dalam artian bisa berenanglah, informasinya megang kabel apa gimana,” bebernya.
Pihaknya menyebut, ada 5 sampai 6 saksi yang telah dimintai klarifikasi. Kondisi korban lainnya, kata Warsono, mengalami luka ringan.
“Langkah selanjutnya klarifikasi dugaannya seperti apa,” tandasnya.
BACA JUGA: Berkat Bantuan Pompa Air, Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Bisa Tercukupi
Kabar tewasnya Ketua OSIS SMAN 1 Cawas
Menurut kabar sebelumnya, Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, FN (18), tewas di kolam sekolah karena tersetrum aliran listrik.
Dari penyelidikan polisi, korban yang tengah berulang tahun ke-18 teman-temannya ceburkan ke kolam yang ternyata beraliran listrik.
Dalam sebuah wawancara, Kapolsek Cawas, Iptu Umar Mustofa, menjelaskan dari hasil pemeriksaan saksi, sekitar pukul 09.00 WIB para siswa yang korban pimpin datang ke sekolah untuk rapat.
Iptu Umar Mustofa menyebut, jumlah siswa yang hadir sekitar 30 orang dan mengikuti rapat untuk mencari sponsor kegiatan lomba peningkatan minat dan bakat.
Ia menyebut, teman-teman korban ternyata mengetahui ulang tahun korban. Sehingga, mereka berencana untuk menceburkan korban ke kolam dan menyiram tepung.
“Setelah selesai salat, makan, setelah itu teman-temannya kasih [siram] tepung ke korban. Kemudian dari teman-temannya, kurang lebih tiga orang, megang korban dan mereka ceburkan ke kolam yang ada di sekolah,” jelas Iptu Umar Mustofa, Senin, 8 Juli 2024 malam.
Umar menceritakan, kolam sekolah tersebut berkedalaman 1,7 meter. Usai tercebur ke kolam, korban sudah berusaha untuk naik ke daratan.
“Korban berusaha untuk naik, bilangnya kram. Namun ternyata saat temannya mencebur untuk menolong, ternyata ada sengatan listrik di air,” ungkap Umar.
Dari dua temannya yang berusaha menolong, sambung Umar, juga sempat mengalami sesak napas dan dibawa ke RS setempat. Polsek telah melakukan klarifikasi ke beberapa saksi.
“Kami minta keterangan, orang tua kandungnya tidak membuat laporan dengan meninggalnya korban mereka anggap musibah,” terang Umar. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





