Feature

Kisah Tirta Lie Cicipi Lebih dari 2.000 Bakmie Berbeda, Berawal dari Hobi Bersepeda

×

Kisah Tirta Lie Cicipi Lebih dari 2.000 Bakmie Berbeda, Berawal dari Hobi Bersepeda

Sebarkan artikel ini
Tirta Lie
Tirta Lie, penggagas Tirta Lie Noodle Festival saat singgah di Semarang, Kamis 31 Agustus 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Nama Tirta Lie begitu erat dengan semangkok bakmie khas Tionghoa. Bagaimana tidak, ia mengaku telah mencicipi lebih dari 2.000 bakmie di seluruh Indonesia.

Namun siapa sangka kisah Tirta Lie mengenal bakmie ternyata bermula dari keisengannya bersepeda setiap pagi. Lebih dari 10 tahun yang lalu, tepatnya pada 2005, Tirta mulai mencicipi bakmie dari satu tempat ke tempat yang lain.

“Dari tahun 2005, awalnya cuma iseng sepeda habis subuh. Tapi kalau di Jakarta itu hampir sebagian besar daerah punya jualan mie, 10 meter sekali ada yang jualan bakmie, pulang sepeda lapar ya saya makan paginya bakmie,” ujarnya kepada beritajateng.tv pada acara Tirta Lie Noodle Festival di Atrium Mal Tentrem Semarang, Kamis 31 Agustus 2023.

BACA JUGA: Pecinta Mie Wajib Datang! Festival Bakmie Terbesar Tirta Lie Hadir di Mal Tentrem Semarang

Sejak saat itu, Tirta mulai jatuh cinta pada semangkok mie. Tiap hari, tiap waktu, ia selalu menyempatkan diri mencoba berbagai jenis bakmie di seluruh Indonesia. Atas kegilaannya pada bakmie tersebut, ia bahkan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Pengunjung dan Peresensi Rasa Bakmie Terbanyak” dengan telah mengeksplor lebih dari 1.000 tempat bakmie pada tahun 2014 lalu.

Semenjak itu, Tirta tak ingin hanya menjadi penikmat bakmie biasa. Ia kemudian berambisi untuk menyatukan berbagai varian bakmie dalam satu festival besar. Lahirnya Tirta Lie Noodle Festival.

“Karena orang Indonesia suka bakmie, makanya saya ingin mengajak semuanya. Saya merasa, wah ini kalau kita angkat kita satukan semua pasti hebat sekali. Hingga tahun 2017 pertama kali bikin festival bakmie, waktu itu masih di Jakarta,” lanjutnya.

Sempat terhalang pandemi, kini mimpi besar Tirta Lie untuk menyatukan puluhan tenant bakmie dalam satu festival terwujud pada tahun 2023. Memulai roadshownya pada bulan Maret di Surabaya, kini Tirta Lie Noodle Festival telah menjelajahi 5 kota besar.

Tirta Lie enggan terima sponsor rokok dan minuman beralkohol

Namun di tengah kesuksesannya ini, Tirta ternyata masih menjaga komitmennya. Yaitu ia tak pernah mau menerima sponsor dari produk rokok dan minuman beralkohol. Alasannya karena bakmie adalah makanan keluarga.

“Walaupun mereka mengatakan temen makanan non halal itu bir, tapi saya nggak mau. Dari dulu sampai sekarang saya selalu mempertahankan bahwa konsep saya itu keluarga. Walaupun mereka mau bayar besar pun, saya nggak cari uang, tapi mencari kenyamanan. Makan bakmie bawa anak kecil dan orang tua harus tetap enjoy,” ungkapnya.

BACA JUGA: Mie Ayam Terenak di Semarang, Sudah Pernah Coba?

Tirta menuturkan meski bakmie bukanlah makanan asli Indonesia, namun penduduk Indonesia merupakan konsumen bakmie terbesar ke-2 sedunia. Hanya kalah dengan China.

Selain itu, variasi bakmie di Indonesia juara satu di dunia. Bagaimana tidak, dari Aceh hingga Papua memiliki cita rasa bakmienya masing-masing.

“Indonesia adalah pemakan bakmie nomor dua sedunia setelah China, tapi soal variasi bakmie jelas Indonesia juara dunianya, setiap daerah jenisnya lain,” tuturnya.

“Jadi saya berpesan, jangan pernah malu untuk mempromosikan makanan cita rasa lokal, karena makanan kita adalah yang terbaik untuk kita semua,” imbuhnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp