PendidikanPolitik

Kolaborasi Akademik dan Politik Jateng Kurang, KNPI Jateng Gelar Seminar Nasional

×

Kolaborasi Akademik dan Politik Jateng Kurang, KNPI Jateng Gelar Seminar Nasional

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Akademik dan Politik
KNPI Jateng Gelar Seminar Nasional Bahas Kolaborasi Akademik dan Politik Jateng. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kolaborasi akademik dan politik sudah berjalan, namun masih banyak mendapatkan hasil yang maksimal. Kurangnya kerjasama tersebut terlihat dari RPJP dan RPJM yang belum bermanfaat bagi masyarakat secara besar.

Kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramesti, saat menjadi narasumber seminar nasional Kolaborasi Akademik dan Politik.

Hal ini guna Wujudkan Jawa Tengah yang lebih Ciamik, bersama KNPI Jawa Tengah dan akademisi Universitas Diponegoro.

Agustina Wilujeng Pramesti, Wakil Ketua Komisi X DPR RI menyampaikan kolaborasi politik dan akademik berjalan namun kurang.

Ia melihat kurangnya pemerintah daerah Provinsi, Kabupaten, Kota, DPRD dalam melakukan RPJP (Rancangan Pembangunan Jangka Panjang). Dan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) bekerjasama dengan akademik.

“Kolaborasi akademik dan politik di Jawa Tengah sebetulnya sudah dilakukan. Namun selama ini kurang maksimal, terutama proses materi-materi RPJP dan RPJM. Untuk jangka 20 tahun dan 5 tahun masih kurang,” jelas Agustina Wilujeng Pramesti. Saat menjadi narasumber dalam acara seminar nasional. Bertema Kolaborasi Akademik dan Politik Guna Wujudkan Jawa Tengah yang lebih Ciamik.

“Saya contohkan di Boyolali ini punya sapi yang bagus-bagus, produktifitas daging tinggi, susunya tinggi. Dan tentu sapi di potong kulitnya bisa di pakai. Tetapi penyamakan kulit di Indonesia ini import, kenapa begini? Karena tidak ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa kulit sapi Boyolali itu untuk produksi sepatu atau tas, dan menjadi lebih baik,” ungkap Agustina Wilujeng.

Perlunya Kolaborasi Akademik dan Politik

Menurut saya, pemerintah provinsi hingga kabupaten mengucurkan dana yang cukup besar selama beberapa kurun waktu, untuk membuat penelitian.

Bagaimana kulit sapi Boyolali ini bisa menjadi produksi Tas dan Sepatu, saya yakin kulit sapi ini gak kalah dengan kualitas impor.

“Ada penelitian tapi berhenti, hanya ada penelitian mengapa dan bagaimana itu tok, kalau penelitian ini terus membawa ke industri belum ada. Kalau dulu sebelum mas Nadiem jadi mentri penelitian hanya untuk kepentingan akademik. Dan tidak boleh untuk kepentingan industri, tapi sekarangkan sudah di buka,” jelasnya.

Lanjut Agustina Wilujeng, Ini kesempatan kolaborasi akademik dan politik yang mampu maju pesat jalan. Nomor satu tentu Gubernur, Bupati, Walikota dan DPR harus membuat kebijakan penelitian tentang alam sekitar. Potensi modal yang ada di wilayahnya untuk di teliti menjadi sesuatu yang menghasilkan. Potensi ekonomi itu justru agak terlupakan sekarang.

“Jawa Tengah ini banyak sekali embrio seperti itu, tapi selama ini hanya jadi embrio saja selama dua puluh tahun. Nah sekarang ini sudah waktunya, karena sudah di buka keran bahwa penelitian itu sudah dapat di gunakan masyarakat langsung dan industri, ini sudah di buka periode ini,” katanya.

“Boleh nih para peneliti Undip, misal contoh meneliti alat press ikan bandeng dengan panci besar bisa muat puluhan dan ratusan ikan. Ada dari teman-teman teknik sudah meneliti harganya sangat murah. Di bandingkan kita membeli alat press yang hanya muat sedikit dan harganya terpaut mahal. Untuk pres ikan bandeng 200 itu harganya cuman 17 juta, kalau industri membeli kecil jutaan tentu produksinya kurang belum kecepatan juga. Nah penelitian seperti ini daat ini bisa langsung berguna bagi industri, kalau dulu tidak boleh,” ucapnya.

Kolaborasi Akademik dan Politik Majukan Industri

Agustina mengungkapkan, kalau akademik melakukan penelitian ini dan berguna membuat industri maju. Universitasnya dapat poin loh. Peneliti bahwa bisa menunjukan memiliki peran dalam industri bisa mendapatkan dana tambahan penelitian.

Lanjutnya, ini merupakan kesempatan pemerintah kabupaten kota, provinsi dan DPR sebagai politik bekerjasama dengan akademik. Kemudian membangun rancangan jangka panjang menuju satu titik potensi masing-masing yang ingin berkembang. Buat penelitian kemudian lempar ke Industri.

Sementara itu, Cashyta Arirwi Khatmandu, Ketua DPD KNPI Jateng, menambahkan hari ini melalui acara Seminar Nasional Kolaborasi Akademik dan Politik.

Guna Wujudkan Jawa Tengah yang lebih Ciamik tersebut sangat indah jika antara politik dan akademik selaras dan harmoni.

“Sebenarnya untuk saat ini akademik dan politik sudah bagus, namun intensitasnya kurang. Intensitas komunikasi antara politik dan akademik lebih harmonis tentunya akan lebih baik lagi,” ucapnya.

Lanjutnya, peran akademik utama ada pada mahasiswanya, anak-anak muda ini nanti bisa ditanamkan pembelajaran agar tidak anti dengan politik.

“Dengan kolaborasi ini mahasiswa jadi lebih paham bahwa politik itu bukan suatu hal yang jelek. Tetapi dapat mengubah untuk masyarakat yang menjadi lebih baik,” tambahnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp