Ekbis

Komisaris Utama Independen Bank Jateng Adnas Siap Perkuat Pengawasan dan Manajemen Risiko

×

Komisaris Utama Independen Bank Jateng Adnas Siap Perkuat Pengawasan dan Manajemen Risiko

Sebarkan artikel ini
bank jateng
Komisaris Utama Independen Bank Jateng, Adnas. (Bank Jateng)

“Pada aspek Opportunities, perkembangan teknologi digital, pertumbuhan UMKM, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan yang cepat dan mudah menjadi peluang bagi Bank Jateng untuk memperluas pangsa pasar, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat daya saing perusahaan. Oleh karena itu, saya akan mendorong Direksi untuk memanfaatkan peluang tersebut melalui inovasi produk dan layanan yang tetap berlandaskan prinsip GCG,” tambahnya.

Membenahi Kelemahan dan Mengantisipasi Risiko Cyber, kendati memiliki posisi yang kuat, Adnas secara jujur mengakui ada beberapa sektor internal yang harus terus di pacu. Terutama menyangkut adaptasi teknologi modern yang berjalan begitu cepat.

“Dari sisi Weaknesses, transformasi digital masih perlu dioptimalkan agar Bank Jateng mampu memberikan layanan yang lebih efisien, aman, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Oleh karena itu, saya akan mendorong Direksi untuk mempercepat digitalisasi proses bisnis dan peningkatan kompetensi SDM di bidang teknologi,” kata Adnas menegaskan komitmen perbaikannya.

Langkah akselerasi digital ini sekaligus menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman eksternal perbankan yang kian kompleks. Mulai dari persaingan ketat hingga isu kejahatan siber.

“Dari sisi Threats, Bank Jateng menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri perbankan. Juga meningkatnya risiko keamanan cyber, serta perubahan regulasi dan kondisi ekonomi yang dinamis. Oleh karena itu, perlu ada penguatan manajemen risiko, sistem keamanan informasi. Serta pengawasan yang efektif agar bank tetap kompetitif dan menjalankan operasional sesuai prinsip Good Corporate Governance,” urainya panjang lebar.

Target Kinerja 2026: Tumbuh Sehat dan Berkelanjutan

Memasuki periode kinerja tahun 2026, Adnas menekankan bahwa target yang dibebankan kepada jajaran direksi tidak hanya melulu soal angka profitabilitas, melainkan kualitas dari pertumbuhan itu sendiri. Ia menginginkan target harus realistis, terukur, dan selaras dengan Rencana Bisnis Bank (RBB).