BLORA, beritajateng.tv – BPJS Kesehatan Cabang Pati terus memperkuat edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada generasi muda melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus.
Kali ini, kegiatan berlangsung di Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus IV Blora, Kamis, 18 Juni 2026, dan terikuti 50 mahasiswa Program Studi Keperawatan Semester IV.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan pemahaman mengenai sistem jaminan kesehatan nasional kepada para calon tenaga kesehatan.
Menurut Nuzuludin, Program JKN merupakan implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional yang di amanatkan Undang-Undang Dasar 1945 dan BPJS Kesehatan selenggarakan sebagai badan hukum publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
BACA JUGA: 1.106 Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Klaten Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Ia juga memperkenalkan tata nilai INISIATIF yang menjadi pedoman kerja insan BPJS Kesehatan, yakni Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif.
“Kami berkomitmen menjalankan tata nilai tersebut untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus memastikan keberlangsungan Program JKN bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Nuzuludin.
Dalam paparannya, Nuzuludin menjelaskan bahwa Program JKN di topang oleh tiga pilar utama asuransi kesehatan sosial. Yakni pengumpulan pendapatan, penggabungan risiko, dan pembelian strategis.
Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan program sekaligus menjamin akses pelayanan kesehatan bagi peserta.
Prinsip Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama JKN
Ia menambahkan, prinsip gotong royong menjadi kekuatan utama JKN, di mana risiko kesehatan ditanggung bersama. Sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa terbebani biaya besar.
Selain itu, Nuzuludin juga memaparkan berbagai capaian Program JKN. Hingga akhir 2025, jumlah peserta JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau sekitar 98,62 persen dari total penduduk Indonesia.
BPJS Kesehatan juga terus melakukan transformasi layanan melalui berbagai inovasi digital, seperti penggunaan KTP sebagai identitas berobat, antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN, hingga berbagai kanal layanan digital yang mempermudah akses peserta terhadap layanan kesehatan.





