“Belanja crude oil maupun belanja BBM ini cukup menyita APBN kita yang cukup tinggi,” terangnya.
Pengawasan jadi Kunci, Aria minta jangan sampai ASN manfaatkan WFH untuk keluyuran
Menanggapi kekhawatiran ASN tidak bekerja optimal saat WFH, Aria menekankan pentingnya sistem pengawasan dan evaluasi. Ia menegaskan ASN tetap harus bekerja dari rumah, bukan dari tempat lain.
“Work from home-nya itu sistem pengawasan dan evaluasinya itu penting. Efektivitasnya itu penting. Enggak bisa jalan-jalan, harus dari home. Tidak bisa dari tempat lain atau pindah tempat,” tegas Aria.
Menurutnya, sistem penilaian harus mencakup kinerja sekaligus kehadiran. “Kinerjanya kan, absensi atau pengawasannya. Ini yang saya kira dua-duanya perlu kita awasi,” jelasnya.
BACA JUGA: ASN Pemprov Jateng Belum WFH, Ahmad Luthfi: Apel Tadi yang Datang Lengkap, Soal Energi Sudah Hemat
Aria menambahkan, kebijakan WFH bukan hal baru dan telah dibahas bersama Kementerian PAN-RB. Namun, implementasinya harus sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.
Ia menegaskan penerapan WFH harus secara selektif agar tidak merugikan masyarakat.
“Yang tidak bisa tergantikan pelayanan itu lewat digitalisasi ya harus selektif. Jangan sampai rakyat ditinggalkan gara-gara WFH ini,” pungkas Aria. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





