SEMARANG, beritajateng.tv – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang kini menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 dengan strategi yang lebih ambisius dari sekadar mempertahankan gelar juara umum.
Fokus utama kini bergeser ke arah pembinaan dan pencetakan atlet nasional yang mampu bersaing di level lebih tinggi seperti PON (Pekan Olahraga Nasional).
Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menegaskan bahwa orientasi KONI kini bukan hanya pada raihan medali. Melainkan juga pada keberhasilan mencetak atlet unggul yang bisa mewakili Jawa Tengah di kancah nasional.
BACA JUGA: KONI Jateng Genjot Persiapan Porprov XVII 2026, Ini Sebaran Venue Cabor di Semarang Raya
“Kami tidak hanya ingin mempertahankan posisi juara umum. Target yang lebih besar adalah mencetak atlet nasional yang siap bersaing di PON. Ini bagian dari komitmen jangka panjang kami dalam membina olahraga,” ungkap Arnaz, Rabu (25/6/2025).
Porprov 2026 akan berlokasi di wilayah Semarang Raya, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Salatiga.
Dari total pelaksanaan, sekitar 80 persen pertandingan akan berlangsung di Kota Semarang. Hal ini dinilai memberikan keuntungan tersendiri bagi kontingen tuan rumah.
“Kami bukan terlalu percaya diri, tapi ini berdasarkan data dan perhitungan yang valid. Dengan menjadi tuan rumah utama, peluang untuk mengulang prestasi juara umum terbuka sangat lebar,” tutur Arnaz.
Menjadi satu-satunya KONI daerah di Indonesia yang telah mengantongi sertifikasi ISO, KONI Kota Semarang membuktikan komitmennya terhadap tata kelola organisasi yang transparan dan profesional.
Standar ISO tersebut menjadi tolok ukur dalam pengelolaan sumber daya, administrasi, hingga pengadaan barang dan jasa.
“Semua pengadaan kami lakukan melalui sistem E-Katalog sebagaimana diatur pemerintah. Ini bukti nyata bahwa kami menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dan efisiensi,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota dalam menyukseskan Porprov 2026.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan KONI untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam dunia olahraga, baik secara kompetitif maupun rekreatif.





