Agustina mengungkapkan keberhasilan program tersebut turut berkontribusi pada prestasi Kota Semarang sebagai salah satu daerah dengan pengendalian inflasi terbaik di Jawa Tengah.
Sebagai pusat ekonomi provinsi, Kota Semarang memiliki kontribusi signifikan terhadap pembentukan inflasi regional sehingga stabilitas harga menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Menariknya, menurut Agustina, keberhasilan tersebut tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga lahir dari kuatnya budaya gotong royong masyarakat Semarang.
Nilai-nilai kebersamaan itu telah mengakar sejak lama dan menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Budaya kolaborasi masyarakat Semarang sudah terbentuk sejak ratusan tahun lalu. Filosofi Warak Ngendog mengajarkan bahwa perbedaan harus melahirkan solusi yang memberi manfaat bagi semua pihak. Nilai itulah yang terus kami hidupkan dalam berbagai program pembangunan,” jelasnya.
Dorong Sektor Wisata
Selain berbicara mengenai ketahanan pangan, Agustina juga menyoroti keberhasilan revitalisasi kawasan Kota Lama yang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperkuat aspek sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Kehadiran Agustina dalam Jakarta Future Festival 2026 menjadi kesempatan untuk berbagi praktik baik yang telah berjalan di Kota Semarang. Sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Kota masa depan yang tangguh tidak dibangun sendirian. Perlu ruang dialog, kolaborasi lintas daerah, dan keberanian untuk turun langsung menyelesaikan persoalan masyarakat. Di situlah ketahanan kota akan terbentuk,” pungkasnya.
Jakarta Future Festival 2026 sendiri merupakan agenda tahunan yang terselenggara berkat Bappeda DKI Jakarta dengan tema Navigating Resilience.
Forum tersebut mempertemukan pemimpin daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan para perencana kota untuk membahas berbagai strategi menghadapi tantangan urbanisasi dan pembangunan kota berkelanjutan di masa depan. (*)





