JAKARTA, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti membawa pengalaman Kota Semarang dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi ke panggung nasional.
Dalam forum Urban Talks pada Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Agustina menyoroti tantangan besar yang dihadapi kota-kota modern, yakni keterbatasan produksi pangan di tengah tingginya kebutuhan masyarakat perkotaan.
Menurut Agustina, persoalan pangan menjadi isu strategis yang sering kali luput dari pembahasan pembangunan kota.
Padahal, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi meski kewenangan pengendalian harga berada di mekanisme pasar.
BACA JUGA: Program Bedah Rumah Semarang Berlanjut, Disperkim Usulkan Perbaikan 472 RTLH Tahap 2 2026
“Kota-kota besar menghadapi tantangan yang sama, yakni kebutuhan pangan yang terus meningkat sementara kemampuan produksi lokal sangat terbatas. Di sisi lain, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan penuh dalam mengendalikan harga karena mekanismenya mengikuti pasar,” ujar Agustina saat menjadi pembicara dalam diskusi tersebut.
Ia menjelaskan, luas lahan sawah di Kota Semarang saat ini sekitar 2.000 hektare. Produksi beras yang dihasilkan dari lahan tersebut baru mampu memenuhi sekitar 11 persen kebutuhan konsumsi masyarakat. Kondisi itu membuat Kota Semarang sangat bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain.
Untuk mengantisipasi gejolak harga dan menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Semarang mengembangkan program Pak Rahman atau Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman.
Program Pak Rahman menghadirkan layanan pangan bergerak yang menjangkau hingga tingkat kelurahan.
Melalui kolaborasi dengan para pedagang dan pelaku usaha, mobil pangan keliling secara rutin mendistribusikan bahan pokok dengan harga terjangkau ke berbagai wilayah. Langkah ini menurut dia, efektif menjaga stabilitas harga sekaligus mendekatkan akses pangan kepada masyarakat.
“Kami memilih turun langsung ke masyarakat melalui program Pak Rahman. Konsepnya sederhana, tetapi dampaknya besar karena membantu menjaga ketersediaan pangan dan menstabilkan harga di tingkat warga,” katanya.





