BLORA, beritajateng.tv – Krisis air bersih masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, di tengah sudah adanya hujan di beberapa daerah.
Kondisi tersebut terlihat di Desa Ngampon, Kecamatan Jepon, Blora saat lima tangki bantuan air ludes.
Warga mendapat jatah penyaluran air bersih tersebut, Rabu, 4 November 2026.
Penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.
Sebanyak 400 tangki air bersih disiapkan melalui kolaborasi TNI-Polri, Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, instansi pemerintah, serta berbagai organisasi wanita.
Ketua TP-PKK Kabupaten Blora sekaligus Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat, Ainia Salichah, mengatakan, alasan kegiatan tersebut.
Hal itu merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurut Ainia, penanganan krisis air bersih membutuhkan keterlibatan semua pihak.
BACA JUGA: Kekeringan Panjang, Perajin Besek di Blora Harus Cari Bahan Baku ke Desa Tetangga
Karena itu, pihaknya menggandeng berbagai instansi dan organisasi untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Kami ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama peduli dan membantu masyarakat yang masih mengalami krisis air bersih,” ucapnya.
Dia bilang, persoalan tersebut tidak bisa ditangani sendiri. Butuh kebersamaan dan gotong royong agar bantuan bisa menjangkau warga yang membutuhkan.
BACA JUGA: Nenek 97 Tahun Tewas Terjatuh ke Sumur di Semarang Barat, Diduga Terpeleset Saat Menimba Air
Dalam penyaluran tersebut, antusiasme warga terlihat saat penyaluran air bersih tiba di Desa Ngampon.
Dalam waktu singkat, lima tangki air yang datang segera habis. Warga memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Salah seorang warga Desa Ngampon, Saidan, mengatakan, sudah sekitar lima bulan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
BACA JUGA: 174 Desa Terdampak Kekeringan di Blora, Ribuan Pelanggan PDAM Kesulitan Akses Air Bersih
Selama ini, dia harus bolak-balik mengambil air dari sumur yang berada di tengah area persawahan dengan jarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.
“Sudah sekitar lima bulan mengalami kesulitan air. Setiap hari harus bolak-balik mengambil air di sumur tengah sawah, jaraknya kurang lebih satu kilometer,” kata Saidan.
Bagi warga, bantuan air bersih tersebut sangat berarti. Oleh karena dapat meringankan beban mereka yang selama berbulan-bulan harus mencari sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain menyalurkan bantuan air bersih, juga ada penyaluran ratusan galon bekas air mineral untuk menampung air dirumah warga. (*)
Editor: Diaz A Abidin





