Menurutnya, selama ini sekolah telah memiliki berbagai program kolaboratif. Seperti Sekolah Adiwiyata bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sekolah Ramah Anak bersama DP3AKB, hingga Sekolah Mitigasi Bencana bersama BPBD. Namun, program yang secara khusus mengangkat tema ketahanan pangan belum pernah di terapkan.
“Kami berharap program ini bisa masuk ke kegiatan kokurikuler sehingga silabusnya dapat tercantum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di masing-masing sekolah,” jelas Taufiq.
BACA JUGA: Penopang Utama Kehidupan Masyarakat, Sumanto Dorong Pembangunan Pertanian jadi Prioritas Pemprov
Selain melalui kokurikuler, materi pertanian juga akan di perkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler. Program tersebut direncanakan berlaku di seluruh sekolah negeri maupun swasta di Kabupaten Semarang setelah regulasi pendukungnya rampung disusun.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Semarang berharap semakin banyak pelajar yang mengenal, mencintai, dan pada akhirnya tertarik menekuni sektor pertanian sebagai profesi masa depan, sekaligus menjaga keberlanjutan ketahanan pangan daerah. (*)
Editor: Farah Nazila





