SEMARANG, beritajateng.tv – Krisseptiana, istri bakal calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Hendrar Prihadi (Hendi), resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Jawa Tengah periode 2024-2029.
Hendi secara langsung menghadiri acara pelantikan yang berlangsung di Gedung Berlian, Kota Semarang, Selasa, 3 September 2024.
Usai sang istri dilantik menjadi anggota dewan, Hendi menyebut sosok Krisseptiana (Tia) juga akan menjadi juru kampanye (jurkam) dari pihaknya selama tahapan Pilgub Jawa Tengah 2024 berlangsung.
“Ya kan sudah masuk politik, sudah kewajibannya jadi juru kampanye. Itu memang wilayah politiknya nyonya saya,” ujar Hendi.
BACA JUGA: Usai Daftar Pilgub ke KPU, Begini Persiapan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi Selanjutnya
Istri jadi anggota dewan baru, Hendi arahkan Tia selalu turun ke bawah
Tak hanya itu, Hendi pun menyampaikan terima kasihnya kepada warga Kota Semarang yang telah memilih Tia dalam Pileg DPRD Provinsi Jawa Tengah 2024 lalu.
Hendi berharap, selaku wakil rakyat, Tia bisa menyerap aspirasi warga Kota Semarang.
“Harus bisa turun ke bawah. Mudah-mudahan nyonya saya bisa memahami itu. Akan selalu saya ingatkan, sebagai wakil rakyat harus turun ke bawah,” tegas Hendi.
Hendi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Semarang itu pun ingin Tia bisa menyampaikan suara akar rumput di Kota Semarang.
Lebih lanjut, ia berharap status Tia sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah bisa menciptakan sinergi antara Pemprov dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
Hendi berharap kemiskinan di Kota Semarang bisa Tia tuntaskan
Menanggapi terkait visi dan misi Tia, Hendi menyebut pengentasan kemiskinan di Kota Semarang menjadi poin utama.
“Kalau masalah kota, bisa bersinergi dengan Pemkot Semarang, terutama kemiskinan kota,” ujar Hendi.
Pasalnya, tutur Hendi, kemiskinan di Kota Semarang masih tersisa sebesar 3,9 persen. Ia ingin, kehadiran Tia bisa menuntaskan angka tersebut dengan melakukan kerja sama bersama Pemkot Semarang.
“Mudah-mudahan warga di Semarang bisa semakin terentaskan kemisikannnya. Kemiskinan masih sekitar 3,9 persen, jadi mesti dikeroyok bareng-bareng,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




