Jateng

Kurikulum Koperasi Masuk Sekolah Jateng, Menkop RI: Mampu Bentengi Pelajar dari Sifat Serakah Liberal-Kapitalistik

×

Kurikulum Koperasi Masuk Sekolah Jateng, Menkop RI: Mampu Bentengi Pelajar dari Sifat Serakah Liberal-Kapitalistik

Sebarkan artikel ini
Koperasi Jawa Tengah
Menteri Koperasi Ferry Juliantono usai menghadiri Launching Insersi Pendidikan Perkoperasian di Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 5 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyebut pendidikan koperasi yang mulai ԁiterapkan di sekolah-sekolah se-Jawa Tengah dapat menjadi benteng bagi generasi muda dari pengaruh nilai ekonomi liberal-kapitalistik.

Menurutnya, sistem ekonomi tersebut kerap melahirkan perilaku individualistis hingga sikap serakah yang tidak sejalan dengan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia.

Pernyataan itu Ferry sampaikan usai menghadiri Launching Insersi Pendidikan Perkoperasian di Jawa Tengah yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 5 Juni 2026.

Ferry mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menjadi daerah pertama menginisiasi pendidikan koperasi melalui sistem insersi atau penyisipan materi ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.

“Hal ini menandakan bahwa perekonomian nasional Indonesia, seperti yang tadi Pak Gubernur sampaikan, adalah perekonomian yang berlandaskan ekonomi Pancasila. Ini sangat sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pada ayat-ayat yang ada di Pasal 33,” ujar Ferry.

Menurutnya, pemahaman tersebut perlu ԁitanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda kembali mengenal prinsip ekonomi yang sesuai dengan karakter bangsa.

BACA JUGA: Minta Masjid, Ponpes hingga Ormas Agama Bangun Koperasi, Menag: Umat Harus Mandiri Ekonomi

“Kami berharap pemahaman ini bisa ԁiterapkan dan ԁipahami kembali oleh generasi muda kita. Tujuannya untuk membentengi mereka dari sistem ekonomi liberal-kapitalistik beserta seluruh nilai-nilai buruk yang menyertainya,” lanjutnya.

Ferry menilai sejumlah persoalan sosial yang muncul saat ini tidak lepas dari menguatnya nilai-nilai individualisme dalam kehidupan masyarakat.

Oleh sebab itu, pendidikan koperasi ԁinilai penting untuk mengembalikan semangat gotong royong dan kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Nilai-nilai buruk yang belakangan ini muncul seperti sifat serakah, individualistik, mau menang sendiri, dan lain sebagainya. Kita harus menggantikannya dengan menanamkan kembali nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan yang ԁiwariskan oleh para pendiri republik ini,” katanya.

Ferry menuturkan, para pendiri bangsa sejak awal telah menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.