Menurutnya, hal itu memungkinkan PSSI untuk mendiskualifikasi klub yang terlibat dari kompetisi, membatalkan seluruh pertandingan yang telah berlangsung, dan memberlakukan sanksi sesuai dengan Kode Disiplin PSSI.
Ismu mengatakan, langkah tegas tersebut pihaknya ambil untuk menciptakan lingkungan sepakbola yang aman, nyaman, serta sportif.
“Langkah tegas yang Komdis Asprov PSSI Jateng tempuh untuk menciptakan sepakbola yang aman, nyaman, dan fair play serta membantu Pemerintah menciptakan situasi kondusif menjelang tahun politik saat ini,” tutur Ismu.
Sementara itu, Ketua Asprov PSSI Jateng, Yoyok Sukawi, menyayangkan kejadian di Magelang dan Purwokerto. Ia menegaskan bahwa kasus tersebut harus menjadi pembelajaran bersama bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut terjadi. Mari kita semua, insan Liga 3 di Jawa Tengah, mengutamakan sportivitas dan ketertiban dalam pertandingan. Karena kasus semacam ini akan merugikan klub. Semoga ini menjadi pembelajaran bersama bagi semua pihak demi kemajuan Liga 3 di Jawa Tengah,” tandas Yoyok. (*)





