Hukum & Kriminal

Lanjutan Kasus Crane Jatuh RS PKU Muhammadiyah Blora, Polisi Ringkus Ketua Panitia Pembangunan

×

Lanjutan Kasus Crane Jatuh RS PKU Muhammadiyah Blora, Polisi Ringkus Ketua Panitia Pembangunan

Sebarkan artikel ini
PKU Blora
SG (tengah), Ketua Panitia Pembangunan Pengembangan RS PKU Muhammadiyah Blora, digelandang ke Polres Blora. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Insiden tragis yang terjadi di lokasi pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah di Blora, Jawa Tengah, mengakibatkan lima pekerja meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka berat.

Kecelakaan kerja ini terjadi akibat kelalaian saat 13 pekerja menggunakan lift crane untuk mencapai lantai 5, yang kemudian mengalami kegagalan teknis dan terjatuh dari ketinggian 12 meter.

Polres Blora telah menetapkan satu orang tersangka dalam insiden ini, yaitu SG, Ketua Panitia Pembangunan Pengembangan RS PKU Muhammadiyah Blora.

BACA JUGA: Korban Tewas Insiden Crane RS PKU Muhammadiyah Blora Tambah Jadi 5 Orang, Sempat Dirawat Medis

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kelalaian dalam pengoperasian alat berat tersebut menjadi penyebab utama kecelakaan.

Wakapolres Blora, Kompol Selamet Riyanto, menjelaskan, berdasarkan hasil gelar perkara dan pemeriksaan sejumlah saksi serta hasil labfor mesin lift crane, pihaknya telah menetapkan satu tersangka yaitu ketua panitia pelaksanaan pembangunan.

“Tersangka dijerat dengan hukuman penjara maksimal lima tahun. Kami akan memastikan bahwa semua proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya, Kamis, 17 April 2025.

BACA JUGA: Selidiki TKP Kasus Proyek PKU Muhammadiyah Blora, Polda Jateng Bawa Lift Crane

Saat ini, SG telah dalam penahanan Polres Blora guna melengkapi penyelidikan lebih lanjut.

Penegakan hukum ini harapannya dapat memberikan keadilan bagi korban dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

BACA JUGA: Periksa 12 Saksi Kasus Proyek RS PKU Muhammadiyah Blora, Polisi Bakal Tetapkan Tersangka

Pihak kepolisian terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan bahwa semua pihak yang bertanggung jawab dapat pihaknya mintai pertanggungjawaban.

Insiden ini juga menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja di setiap proyek konstruksi. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp