SEMARANG, beritajateng.tv – Menyembelih hewan kurban merupakan bagian dari rangkaian perayaan hari raya Idul Adha yang seluruh umat Islam lakukan. Dalam hal ini terdapat larangan memotong kuku dan rambut bagi mereka yang hendak berkurban.
Sebagaimana HR. Muslim yang Nabi Muhammad Saw sampaikan:
“Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan di antara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh (memotong) sedikit pun bagian dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim)
Lantas apa saja hikmah dari larangan memangkas kuku dan rambut bagi mereka yang hendak berkurban?
Berikut ini beberapa hikmah yang dapat kita ambil dari larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang hendak berkurban.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nur: 51 yang artinya:
“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar Rasul menghukumi (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, “kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nur:51)
Dalam hal ini beberapa ulama memberikan penjelasan bahwa hikmah adanya larangan memotong kuku dan rambut tersebut lantaran menyamakan diri dengan mereka orang yang sedang berihram untuk Haji dan umrah.
Selain itu juga khalayak yakini bahwa agar seluruh anggota tubuh orang yang berkurban di sini terbebas dari api Neraka sehingga lebih baik tidak kita potong sampai acara penyembelihan hewan kurban selesai.
Dengan demikian maka secara tidak langsung rambut dan kuku terpotong secara bersamaan dengan penyembelihan hewan kurban sehingga bagian kurban di sisi Allah.
Sesungguhnya segala sesuatu yang baik pasti memiliki hikmah tersendiri sehingga menjadi anjuran.
Demikianlah beberapa hikmah dari larangan memotong kuku dan rambut bagi mereka yang hendak ingin berkurban. (*)





