SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Sosial Provinsi Jateng mengaku masih menanti tenaga kependidikan yang bakal bertugas di Sekolah Rakyat.
Kendati begitu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Isriadi Widodo, mengungkap, kepala sekolah dan guru sudah siap memimpin maupun mengajar sembilan Sekolah Rakyat di Jateng yang akan mulai berkegiatan pada 14 Juli 2025 mendatang.
“Kepala sekolah sudah retret ya di Kemensos. Yang sedang proses itu kami tunggu tenaga kependidikan ya, seperti TU, petugas asrama, petugas kebersihan, dan petugas keamanan,” ungkap Isriadi saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, belum lama ini.
BACA JUGA: Sembilan Sekolah Rakyat di Jateng Mulai Pembelajaran 14 Juli 2025, Murid Terbanyak di Solo
Menurutnya, pelaksanaan Sekolah Rakyat di Jateng yang akan rilis dalam hitungan hari ini tak semudah membalikkan telapak tangan.
“Jadi mohon kesabaran dan pengertian dari seluruh masyarakat. Bahwasanya program ini program besar, program luar biasa, tanah yang diharapkan saja 5-7 hektare. Ini visi yang luar biasa, butuh support dari semua pihak. Namun juga butuh pengertian dari seluruh masyarakat untuk pelaksanaannya itu tidak semudah membalik telapak tangan ya,” terangnya.
Dinas Sosial Jateng: Tenggat revonasi bangunan Sekolah Rakyat 45 hari
Isriadi menyebut, tenggat waktu untuk pihaknya maupun stakeholder lain guna merenovasi bangunan Sekolah Rakyat ialah 45 hari.
“Bahkan teman-teman di berbagai kementerian menyampaikan ini program Bandung Bondowoso, seperti perbaikan renovasi bangunan itu targetnya 45 hari. Itu kalau tidak dengan anggaran yang sudah kuat dari pusat, lalu mendatangkan penyedia yang bisa melakukan renovasi dengan volume dan SDM yang besar, tidak akan bisa tercapai target waktu itu,” jelasnya.
Ia mencontohkan dua wilayah yang sempat masuk rancangan pembangunan Sekolah Rakyat namun terkendala bangunan yang tak layak. Keduanya yakni Kendal dan Wonogiri.
BACA JUGA: Tinjau Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat di Cepu, Bupati Blora Targetkan Rampung Awal Juli 2025
“Karena ada juga tawaran kondisi bangunannya rusak berat [Kendal dan Wonogiri]. Kalau target 45 hari tidak mampu juga, PU akan menyampaikan tidak bisa ini kalau memaksakan,” pungkas Isriadi.
Sebelumnya, berdasarkan data yang beritajateng.tv terima dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah pada Minggu, 6 Juli 2025, Sekolah Rakyat yang siap menggelar KBM pada 14 Juli mendatang ialah Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Sentra Antasena Magelang, Sentra Satria Baturaden Banyumas, Sentra Margo Laras Pati, Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Solo.
Selain sentra milik Kementerian Sosial (Kemensos), beberapa pemerintah kabupaten (pemkab) juga sudah siap menjalankan sekolah rakyat. Antara lain: Pemkab Magelang di (Pusdiklat) Pamong Praja Kabupaten Magelang, Pemkab Blora di SDN Balun 04, Pemkab Banjarnegara di SKB Banjarnegara, dan Pemkab Wonosobo. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





