Agustina menjelaskan, tema kompetisi film pendek nasional tahun ini mengangkat “Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia”.
Tema tersebut diharapkan mampu mendorong para sineas mengangkat kekayaan budaya, sejarah, pariwisata, hingga kehidupan masyarakat Kota Semarang ke dalam karya visual yang menarik.
“Kami ingin Semarang menjadi sumber inspirasi bagi para pembuat film. Karya-karya yang lahir dari kompetisi ini juga dapat menjadi sarana promosi daerah yang efektif untuk memperkenalkan potensi kota kepada masyarakat luas,” katanya.
Menurut Agustina, festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara komunitas film, akademisi, pelaku industri kreatif, dan pemerintah.
Kehadiran LOFF harapannya mampu melahirkan talenta-talenta baru sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif, pariwisata, UMKM, hingga industri perhotelan di Kota Semarang.
Malam puncak LOFF 2026 bakal berlangsung pada 22 Oktober 2026. Sejumlah penghargaan mulai dari Film Pendek Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Penyunting Terbaik, Pemeran Terbaik, hingga Film Pendek Favorit.
Masyarakat yang ingin mengikuti festival dapat mengakses informasi dan panduan pendaftaran melalui situs resmi LOFF. Pendaftaran jalur Film Fund buka hingga 15 Juli 2026, sedangkan kompetisi film pendek nasional menerima karya sampai 1 September 2026.
“Saya mengajak para sineas muda dan komunitas kreatif dari seluruh Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini. Sampaikan cerita terbaik kalian, tunjukkan perspektif yang unik. Dan jadikan LOFF sebagai langkah awal untuk memasuki industri perfilman yang lebih luas,” pungkas Agustina. (*)





