Politik

Lawatan ke Jawa Timur, Cak Imin Sebut Sejarah Orde Baru Harus Jadi Materi Resmi di Sekolah, Sentil Kaesang?

×

Lawatan ke Jawa Timur, Cak Imin Sebut Sejarah Orde Baru Harus Jadi Materi Resmi di Sekolah, Sentil Kaesang?

Sebarkan artikel ini
Anies IKN | Cak Imin Orde Baru | Anies-Muhaimin
Calon Presiden dan Wakil Presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kanan) mengumumkan sejumlah nama baru anggota Timnas AMIN di Jakarta, Selasa, 21 November 2023. (ant)

MOJOKERTO, beritajateng.tv – Calon Wakil Presiden nomor urut 1 yang akrab disapa Cak Imin, atau Abdul Muhaimin Iskandar, kembali melawat ke Jawa Timur pada Minggu, 3 Desember 2023.

Kali ini, Cak Imin beserta istrinya, Rustini Murtadho, menghadiri haul ke-32 K.H. Muhaimin Iskandar, sang ayah, yang berlangsung di Dusun Kaumar, Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Mojokerto.

Cak Imin mengenakan kemeja putih lengkap dengan celana panjang abu-abu serta peci hitam saat memanjatkan doa di pusara H. Abdul Salam dan Mbah Chajjubi.

BACA JUGA: Anies Baswedan Getol Kritik Pembangunan IKN, Cak Imin: Lagi Enak di Jakarta, Tiba-tiba Pindah ke Hutan

Sebelum melakukan ziarah, Ketua Umum PKB ini ikut dalam haul ke-32 almarhum ayahnya bersama 300 jemaah di Kabupaten Mojokerto.

Dalam kunjungannya kali ini, Cak Imin menyatakan tekadnya untuk memperjuangkan reformasi jilid II, sejalan dengan tujuan bersama pasangannya, Anies Baswedan.

Cak Imin ingin sejarah Orde Baru masuk materi pelajaran di sekolah

Sementara itu, menurut Cak Imin, sejarah Orde Baru harus masuk ke dalam materi resmi pelajaran di sekolah.

“Bahkan sejarah Orde Baru ini harus menjadi bahan pelajaran resmi di sekolah-sekolah. Bukan untuk merendahkan kepemimpinan seseorang, tetapi untuk mencegah pengulangan kesalahan di masa depan,” ujar Cak Imin.

Sebagai gantinya, Cak Imin menginginkan agar masyarakat dan generasi penerus Indonesia memahami perjuangan yang terjadi dalam mencapai reformasi setelah runtuhnya Orde Baru.

“Ketika kita berjuang untuk reformasi, dampaknya sungguh besar. Banyak nyawa melayang, banyak hak asasi manusia yang hingga hari ini belum terpenuhi sepenuhnya,” jelasnya.

BACA JUGA: Di Tengah Viral Aksinya Roasting Ganjar, Beredar Video Kiky Sindir Cak Imin: Gak Baper Tuh

Cak Imin memiliki alasan kuat menginginkan adanya pembelajaran sejarah Orde Baru di lingkungan sekolah. Pasalnya, ia juga merupakan salah satu korban dari masa Orde Baru.

Ia menjelaskan, bahwa negara yang berada dalam otoritarianisme atau salah dalam mengelola demokrasi harus memulai peradaban dari awal lagi.

“Saya termasuk salah satu korban dari masa Orde Baru yang tidak ingin hal serupa terulang kembali, karena saya tahu betapa sulitnya mendapatkan pendidikan yang layak. Mencari buku saja menjadi hal yang sulit, semuanya dibatasi. Begitu juga dengan kebebasan berekspresi, semuanya takut akan kriminalisasi,” tandasnya. (ant)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp