“Biasanya banyak (jumlah bandeng yang terjual), bandeng itu bisa kejual ribuan bandeng per hari, masih jadi kuliner yang dicari oleh-oleh,” ungkap Adelia.
BACA JUGA: Sajian Nusantara Menggugah Selera di Aston Inn Pandanaran
Selain menjajakan bandeng presto, mereka juga menawarkan berbagai kudapan lain. Misalnya lunpia, kue mochi, wingko, kerupuk, dan berbagai kerupuk terpajang rapi untuk dipilih pengunjung.
Jumlah pemudik yang mengalami peningkatan ini berbanding lurus dengan peningkatan penjualan di toko oleh-oleh. Tak heran, pusat oleh-oleh Pandanaran Semarang ini tidak pernah sepi pengunjung meski telah mendekati hari kerja. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





