Jateng

LPG 3 Kg di Blora Langka, Warga Ditolak Beli Karena Alamat di Luar Wilayah Pangkalan

×

LPG 3 Kg di Blora Langka, Warga Ditolak Beli Karena Alamat di Luar Wilayah Pangkalan

Sebarkan artikel ini
LPG 3 Kilogram Blora
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini (kerudung biru), bersama Tim Gabungan saat sidak di pangkalan LPG 3 kilogram, Rabu, 25 Februari 2026. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Warga di Kabupaten Blora mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kilogram. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Bahkan, mereka sampai ditolak saat hendak membeli di pangkalan LPG dengan alasan alamat tempat tinggal berada di luar wilayah pelayanan pangkalan.

Kupang, seorang pelaku usaha laundry warga Kelurahan Tegalgunung, Kecamatan Blora Kota, mengaku mengalami penolakan saat membeli LPG 3 kilogram di salah satu pangkalan.

Menurutnya, pihak pangkalan menolak karena alamat rumahnya terlalu jauh dari area distribusi pangkalan tersebut.

BACA JUGA: Langka Gas LPG 3 Kg di Blora, Warga Sampai Keliling Pengecer Tapi Selalu Kehabisan

Padahal, Kupang mengaku sudah berkeliling ke sejumlah pengecer di wilayah Blora Kota, namun seluruhnya kehabisan stok. Kalaupun ada, harga LPG 3 kilogram melonjak hingga mencapai Rp30 ribu per tabung.

“Harganya mahal sekali, sampai Rp30 ribu. Akhirnya saya tidak jadi beli. Harapannya bisa dapat harga murah di pangkalan, tapi justru ditolak,” ujar Kupang, Rabu, 25 Februari 2026.

Kelangkaan LPG 3 kilogram ini juga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Blora.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, bersama tim gabungan dari TNI-Polri, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Pertamina, serta Satpol PP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG.

BACA JUGA: Polisi Bongkar Penyuntikan Isi LPG 3 Kg ke Tabung Non-Subsidi di Semarang, Kerugian Capai Rp7,6 M

Dari hasil sidak sementara, pemicu kelangkaan LPG 3 kilogram di Blora ialah meningkatnya permintaan selama bulan Ramadan.

Banyaknya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) musiman yang menjual takjil dinilai turut mendorong lonjakan konsumsi gas bersubsidi.

“Permintaan meningkat tajam, sehingga setiap kali gas datang ke pangkalan langsung habis. Tidak ada indikasi penimbunan,” kata Sri Setyorini.

Pemerintah daerah saat ini tengah berkoordinasi dengan Pertamina untuk meminta penambahan kuota LPG 3 kilogram, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp