Jateng

Luthfi Klaim 93 Ribu Jalan Berlubang di Jateng Sudah Tertangani: Sisa 1.200 Titik Jelang Mudik Lebaran

×

Luthfi Klaim 93 Ribu Jalan Berlubang di Jateng Sudah Tertangani: Sisa 1.200 Titik Jelang Mudik Lebaran

Sebarkan artikel ini
Jalan Berlubang Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, usai menghadiri rapat koordinasi jelang Lebaran 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin, 9 Maret 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengklaim sebanyak 93 ribu titik jalan berlubang di ruas jalan provinsi telah ditangani menjelang arus mudik Lebaran 2026. Saat ini, kata dia, masih tersisa sekitar 1.200 titik yang sedang dalam proses perbaikan.

“Jalan berlubang jumlahnya adalah 93 ribu, sudah clear, tinggal 1.200, bentar lagi selesai itu. Termasuk jalan mana itu yang sudah tembus, Godong-Purwodadi, itu sudah clear. H-7 sudah [bisa] kita gunakan,” ujar Luthfi usai menghadiri rapat koordinasi jelang Lebaran 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin, 9 Maret 2026.

Luthfi menegaskan, perbaikan jalan berlubang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk menjamin keselamatan pengguna jalan selama arus mudik dan balik Lebaran.

BACA JUGA: Seribu Lebih Titik Jalan Berlubang di Pati-Jepara, Target Rampung Tambal Sebelum Lebaran

Ia menjelaskan penanganan jalan tidak selalu harus melalui pembangunan jalan baru, melainkan memastikan kondisi jalan aman kendaraan lalui.

“Jadi begini, kenapa jalan berlubang? Rekan-rekan ketahui bahwa kecepatan dalam rangka penanganan itu perlu untuk bangun jalan itu tidak cukup 1 bulan. Sehingga apa? Kita harus secepatnya memberikan pelayanan jalan kita harus mulus. Mulus tidak harus perlu baru,” jelasnya.

Luthfi menyebut terdapat tiga prinsip utama dalam penanganan jalan di Jawa Tengah.

“Artinya apa? Satu, keselamatan pengguna jalan kita utamakan dengan tidak adanya jalan berlubang. Yang kedua, distribusi perjalanan arus lancar. Yang ketiga, untuk menumbuhkan perekonomian baru di wilayah kita. Tiga fasal ini yang harus dipegang oleh teman-teman,” katanya.

Pemprov Jateng Siapkan Mudik Gratis 340 Bus dan 7 Kereta

Selain perbaikan jalan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan program mudik gratis bagi masyarakat.

Luthfi menyebut sebanyak 340 unit bus dan tujuh perjalanan kereta api disiapkan untuk melayani pemudik dari sejumlah kota, termasuk Bandung dan Jakarta.

“Mudik gratis sudah siapkan 340 bus dan 7 kereta gratis dari Bandung maupun dari Jakarta. Syaratnya seperti apa? Cukup syaratnya ada apa iku jenenge aplikasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga mengingatkan pemudik untuk mewaspadai sejumlah daerah rawan bencana selama perjalanan mudik.

Ia menyebut wilayah eks-Karesidenan Pekalongan hingga beberapa daerah di wilayah selatan Jawa Tengah masuk kategori rawan longsor.

BACA JUGA: Lubang Besar di Jalan dr Wahidin Jatingaleh, Ini Penyebab dan Langkah DPU

“Satu, ada rawan longsor; dua, rawan banjir; tiga, rawan rob. Rawan longsor itu adalah eks Karesidenan Pekalongan dan eks Karesidenan di Banyumas, Purbalingga, kemudian Cilacap, kemudian Banjarnegara, kemudian Brebes, kemudian Pemalang, Tegal,” jelasnya.

Sementara itu, wilayah di kawasan Muria seperti Pati, Rembang, Kudus, dan Jepara disebut rawan banjir saat musim hujan.

“Rawan banjir eks wilayah Muria, mulai Pati, kemudian Rembang, kemudian Kudus, Jepara, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Kendati begitu, Luthfi menyebut seluruh bupati dan wali kota telah melakukan pemetaan wilayah rawan bencana untuk mengantisipasi gangguan selama arus mudik.

Luthfi Minta Warga Jateng Tidak Panic Buying soal BBM dan Gas

Terkait kebutuhan energi, Luthfi memastikan stok gas dan bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah dalam kondisi aman menjelang Lebaran. Ia meminta masyarakat tidak membeli gas secara berlebihan agar distribusi tetap merata.

“Gas cukup dan ya gas cukup tadi sudah disampaikan dari Pertamina. Prinsip saya ingatkan masyarakat untuk tidak terjadi panic buying. Enggak usah latah, enggak usah opo yo kemrungsung. Engko tanggane kurang tuku loro, tuku siji, semuanya kebagian,” kata Luthfi.

Pemprov Jawa Tengah bersama Satgas Pangan, kata Luthfi, akan terus melakukan pengawasan distribusi bahan pokok penting, termasuk gas elpiji. Selain itu, stok BBM juga dipastikan aman untuk beberapa waktu ke depan.

“Stok BBM sangat cukup. Kemarin Gus Yasin juga sudah ngecek di lapangan. Kemudian tadi perwakilan Pertamina juga menyampaikan stok cukup untuk 2 bulan ke depan,” pungkasnya.

BACA JUGA: Persiapan Jelang Arus Mudik, DPUPR Blora Mulai Tambal Jalan Rusak dan Berlubang

Lebih jauh, Luthfi menyebut arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Ia memperkirakan sekitar 17,3 juta orang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.

Selain menyiapkan sarana prasarana, Pemprov turut memantau stabilitas harga bahan pokok melalui operasi pasar murah yang telah digelar di ratusan titik di Jawa Tengah.

“Hari ini kami lakukan rapat lintas sektoral. Jadi rapat ini kami gunakan untuk menyamakan persepsi dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik. Gunanya apa? Dalam rangka menyiapkan arus mudik dan balik yang prediksinya untuk tahun ini naik 30 persen yaitu sebanyak 17,3 juta yang nantinya akan tumpah masuk wilayah Jawa Tengah,” pungkas Luthfi. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp