“Sedangkan untuk teknik dribbling dan passing saya membagi dalam tiga aspek, yaitu teknik, taktik, dan fisik. Pada teknik ini yang terpenting adalah keaktifan kaki dalam mengontrol bola. Sementara untuk taktik menyerang dan bertahan yang di titikberatkan respons pemain pada sebuah tim untuk menyerang atau bertahan. Pelatihan ini merupakan awal pembinaan yang di gagas Djarum Foundation dan MilkLife untuk majukan pondasi para calon atlet sepak bola putri sejak dini,” ungkap Timo.
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, coaching clinic bagi para guru. Dan nantinya bermuara para turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge. Ini upaya dari Djarum Foundation dan MilkLife dalam menggelorakan semangat berolahraga para siswi sekolah dasar mulai mengenal dan mencintai sepak bola. Dengan begitu, kami berharap kelak akan lahir para pesepak bola putri profesional yang bisa membawa Indonesia berlaga di Piala Dunia.
“Untuk itu, kami berkomitmen untuk menyebarkan semangat dan kecintaan berolahraga, khususnya sepak bola putri kepada siswi-siswi di Kudus. Sebelum kita melangkah ke tahap pembinaan para pemain, guru-guru SD kita latih terlebih dahulu mulai dari teknik dasar yang baik dan benar. Sehingga kemudian mereka bisa menularkan ilmu program coaching clinic ini kepada siswi binaannya. Semoga lahir pesepak bola yang bisa berjuang demi Indonesia di kejuaraan kasta tertinggi, yaitu Piala Dunia. Terima kasih untuk pihak yang telah mendukung. Yaitu Kemenag, dinas pendidikan, tenaga pendidik, dan juga Ortuseight. Yang telah menyiapkan jersey yang para siswi selama bertanding pada MilkLife Soccer Challenge,” kata Yoppy. (*)
Editor: Elly Amaliyah





