SEMARANG, beritajateng.tv – Fotografi tidak hanya sekadar mengambil gambar, tetapi juga merupakan sebuah medium yang memberikan manfaat yang luas bagi individu dan masyarakat.
Dari ekspresi diri yang kreatif hingga potensi sebagai modal usaha yang menguntungkan, fotografi telah membuktikan nilainya dalam berbagai aspek kehidupan.
Senior Marketing Manager Canon Business Unit PT. Datascrip, Angelie Ivone menjelaskan manfaat fotografi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, salah satu manfaat utama fotografi adalah sebagai alat ekspresi diri.
“Manfaat belajar motret adalah sebagai bentuk ekspresi diri. Misal orang suka foto makanan, berarti orang tersebut suka kuliner. Itu bentuk ekpresi diri,” jelasnya dalam satu sesi webinar fotografi, Jumat (12/5/2023).
BACA JUGA: Tak Sekadar Memotret, Inilah Tantangan Menekuni Dunia Fotografi Model
Angeli menuturkan, dalam mengambil foto, seseorang dapat mengungkapkan pemikiran, perasaan, dan pandangan pribadinya melalui sudut pandang, komposisi, dan gaya yang unik. Fotografi memungkinkan seseorang untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan kreativitasnya, serta memberikan ruang untuk mengungkapkan identitas pribadi.
Selain itu, lanjut Angelie, fotografi juga memiliki manfaat sebagai pondasi ketika seseorang hendak terjun ke dunia entrepreneur. Salah satunya adalah fotografi produk.
“Foto produk itu yang namanya bisnis, misalnya mau jual kue, itu harus menarik, percaya nggak percaya foto katalog yang menggugah selera itu bisa bikin minat beli tinggi,” lanjutnya.
Sejujurnya, tujuan dari adanya promosi adalah untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan. Oleh karena itu, Angelie percaya, fotografi produk telah menjadi elemen penting dalam strategi pemasaran di era digital saat ini.
Fotografi Memiliki Manfaat hingga Sisi Spiritual
Tak sekadar ekspresi diri dan pemasaran produk, manfaat fotografi bahkan sudah merambah kedalam aspek spiritual. Angelie menceritakan, pernah ada event besar di Jogja yang menggunakan fotografi sebagai media meditasi.
“Bahkan sekarang foto dijadikan objek semacam spiritual. Kadang-kadang sebagai media doa,” ungkap Angelie.





