Jateng

Marak Kekerasan di Ponpes, Komnas Perlindungan Anak Minta Satgas dan Skrining Pengasuh Diperketat

×

Marak Kekerasan di Ponpes, Komnas Perlindungan Anak Minta Satgas dan Skrining Pengasuh Diperketat

Sebarkan artikel ini
Kekerasan Pesantren
Ilustrasi kekerasan. (ant)

Minta Pengelola dan Pengasuh Pondok Ikut Skrining

Tak hanya santri, Lia juga mengusulkan agar proses skrining terhadap pengelola pondok pesantren, kiai, hingga ustaz dan ustazah. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mendeteksi potensi kekerasan sebelum terjadi.

“Harus ada skrining di awal. Skrining bukan hanya terhadap anak-anak, tapi juga kepada pemilik pondok dan para ustaz-ustazah. Jadi pendampingan itu bukan hanya pada saat kejadian kasus, tapi sebelum terjadi agar kekerasan bisa tercegah,” ujarnya.

Komnas Perlindungan Anak, lanjut Lia, telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama agar ada langkah konkret menyikapi maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang melibatkan oknum pengasuh pondok, termasuk yang terjadi di pesantren tidak berizin.

“Jadi harus ada yang harus dilakukan, harus ada perubahan lah supaya tidak ada lagi terjadi kekerasan di dalam pondok,” katanya.

BACA JUGA: Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Pati, Dewan: Pengawasan Tak Hanya di Ponpes

Ia juga menyoroti masih adanya anggapan bahwa santri tidak boleh melaporkan kasus kekerasan yang mereka alami. Menurutnya, budaya tersebut harus di – setop agar korban berani mencari perlindungan.

“Karena selama ini ada stigma kurang bagus, bahwa anak-anak di pondok nggak boleh lapor ketika ada kasus. Itu kan yang salah. Artinya anak-anak sejak kecil sudah diajarkan untuk bungkam kalau ketika ada kezaliman,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp