(ADV)
Pria yang akrab disapa Bambang Kribo ini mengungkapkan, fenomena La Nina telah berdampak terhadap cuaca ekstrem yang melanda sejumlah lokasi di Jateng akhir tahun ini. Curah hujan tinggi dan angin kencang menyebabkan sejumlah kabupaten/kota dilanda bencana. Diantaranya banjir di Kota Semarang dan Pekalongan. Selain itu, ada deretan perihal tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara sampai membangkitkan korban jiwa.
Menurut Bambang, curah hujan yang tinggi masih kudu diwaspadai sampai awal tahun depan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan didalam menghadapi bencana.
“Kami menghendaki masyarakat mewaspadai meningkatnya curah hujan belakangan ini. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Dengan kewaspadaan yang tinggi, diharapkan mampu menahan munculnya korban dan kerugian jika bencana terjadi,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Semarang itu mengungkapkan, terhadap tahun 2020, La Nina menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat sampai 40 persen. Akibatnya, lebih dari satu lokasi terendam banjir parah. Jawa Tengah selama ini termasuk dikenal sebagai daerah yang rawan bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Jawa Tengah jadi lokasi yang paling banyak dilanda bencana alam. Dalam kurun sementara tahun 2016-2020, provinsi ini dilanda 3.693 perihal bencana. Posisi setelah itu ditempati Jawa Timur (2.319 kejadian), Jawa Barat (2.282 kejadian), Aceh (776 kejadian), dan Sulawesi Selatan (498 kejadian).
DPRD Jawa Tengah termasuk menghendaki Pemprov melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta pihak berkenaan tetap mensosialisasikan suasana cuaca terkini kepada masyarakat. Sistem peringatan dini atau early warning system diperlukan sehingga masyarakat selalu siaga. Hal itu andaikan mampu dikerjakan dengan menghendaki masyarakat menjauh dari sungai sementara hujan lebat, dan juga menjauhkan berada di dekat lereng yang rawan longsor.




