“Mas Cyndo beririsan dengan isu kota. Kami memang pada buah tangan edisi ke-29 ini mencari seniman yang sekiranya memiliki singgungan isu seperti nafas Hysteria,” ucapnya.
Hal tersebut kemudian memantik Hysteria untuk mengajak Cyndo lantaran dapat menggambarkan perbedaan Pecinan dulu dan sekarang. Yang Purna harap kemudian bisa menjelma bahan dialog yang bergulir dalam diskusi.
“Bisa mengulik lebih dalam, seperti misalnya bentuk dasar bangunan tersebut, indikasi tahun berdirinya, hingga perubahan-perubahan yang terjadi yang turut merepresentasikan keadaan,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





