Ekbis

Membaca Perempuan ‘Pulang-pergi’ dalam Senyap Bus Listrik

×

Membaca Perempuan ‘Pulang-pergi’ dalam Senyap Bus Listrik

Sebarkan artikel ini
Bus listrik BRT Trans Semarang transit untuk naik turun penumpang di shelter Simpanglima, Kota Semarang, Rabu sore, 4 Novermber 2026. (Diaz A Abidin/beritajateng.tv)
Bus listrik BRT Trans Semarang transit untuk naik turun penumpang di shelter Simpanglima, Kota Semarang, Rabu sore, 4 Novermber 2026. (Diaz A Abidin/beritajateng.tv)

Akan tetapi, Ira juga punya catatan untuk pemerintah. Pengelolaan transportasi publik haruslah mengutamakan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan. Khususnya bagi kaum rentan, seperti perempuan, hingga lanjut usia.

Fasilitas pendukung seperti seperti yang ada di shelter, dan pekerja juga harus meningkat kapasitasnya. Transportasi umum sudah menjadi kebutuhan publik, bukanlah sekedar ada dan berjalan. Elektrifikasi transportasi harapannya menjadi pemantik untuk transformasi angkutan umum di masa depan.

Hal yang sama Ayu Rizki (34) rasakan. Dia merasakan ketidaknyamanan saat naik armada Trans Semarang berbahan bakar BBM yang lama. Apalagi bau asap knalpot tercium hingga ke dalam kabin bus.

Sudah lebih dari setahun dia memilih tak naik transportasi umum yang kerap masyarakat sebut sebagai ‘cumi-cumi darat’ itu. Oleh karena emisi asap hitam tebal yang mengepul keluar dari knalpot bus, dan sejumlah faktor lain.

“Kelebihannya memang harganya murah gitu, Rp4 ribu kan kalau bayar tunai. Kalau non tunai Rp3.500. Minusnya banyak sekali, pertama polusi. AC sering nggak kerasa, apalagi saking banyaknya penumpang. Terkadang dapat driver yang naiknya ugal ugalan,” kata pekerja swasta tersebut.

Ayu mengatakan, sudah mengetahui mulai beroperasinya bus listrik Trans Semarang untuk Koridor I Penggaron – mangkang tersebut. Akan tetapi dia memang sudah lama tidak menggunakan transportasi umum Trans Semarang karena banyak faktor.

“Kalau yang bus listrik aku belum pernah coba. Terakhir naik yang ‘cumi-cumi darat’ itu,” katanya mengenang sembari bercanda kecil.

Bus listrik Trans Semarang saat melintas di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Rabu, 4 November 2026. (Diaz A Abidin/beritajateng.tv)
Bus listrik Trans Semarang saat melintas di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Rabu, 4 November 2026. (Diaz A Abidin/beritajateng.tv)

Operasionalkan 27 Bus Listrik

Sebagai informasi sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meluncurkan sebanyak 27 unit bus listrik BRT Trans Semarang. Secara seremonial, peluncuran bus listrik tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026, di Balaikota Semarang, Rabu, 23 September 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan, kehadiran elektrifikasi angkutan umum tersebut menjadi bagian dari target peremajaan 132 unit pada tahun ini.