SEMARANG, beritajateng.tv – Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Pasar Johar, Semarang, tanpa mencicipi minuman jadul yang satu ini, Es Gempol Kencono. Es Gempol, minuman tradisional yang sudah jarang kita temukan di Semarang.
Adalah Kedai Es Gempol Kencono yang berlokasi di Sentra Kuliner Lantai 2 Pasar Johar Tengah, Semarang.
Pengunjung pun dapat menikmati minuman tradisional Es Gempol ini sembari melihat kokohnya bangunan Cagar budaya di Pasar Johar.
BACA JUGA: Mencicipi Soto Ayam Legend Ditengah Bangunan Cagar Budaya Pasar Johar Semarang
Nurul, pemilik kedai es Gempol Kencono tetap mempertahankan cita rasa otentiknya, yang segar namun tetap gurih dengan rasa santan yang kental.
Es gempol ini juga terkenal dengan sebutan es gempol pleret ini terbuat dari tepung beras yang dibentuk bola-bola kenyal dan disajikan dalam kuah santan kental manis yang sangat pas dinikmati di tengah panasnya udara Semarang.
Minuman ini sangat populer bagi warga Semarang dan sekitarnya, tak hanya menyegarkan, salah satu es tradisional Indonesia ini juga cukup mengenyangkan.
Sebelumnya, Nurul berjualan baju dan kuliner di pasar Johar. Namun karena ada pandemi bisnis fashionnya ini tak seramai dulu hingga akhirnya beralih jenis jualan.
Ia memutuskan jualan es gempol karena es ini banyak peminat saat masyarakat berkunjung ke pasar Johar.
“Awal mulanya berjualan baju atau fashion di lantai dua ini yang masih campur-campur. Karena banyak pengunjung yang mencari es Gempol, sedangkan penjualan baju kurang bagus. Akhirnya memutuskan untuk berjualan es tradisional khas Semarang ini,” terangnya, Minggu, 6 Juli 2025.
Meskipun minuman tradisional ini sudah tidak seramai dulu yang jual, pengunjung masih banyak yang mencari es Gempol ini.
“Permintaan kebanyakan orang-orang diatas 35 tahun, yang mereka bernostalgia,” ujarnya.

Ada Jajan Jadul
Tidak hanya es gempol saja, Kedai Es Kencono ini juga menjual berbagai macam jajanan tempo dulu seperti mie kremes “Mari Mas” dan persen jahe, permen asem serta berbagai jajanan tradisional lainnya.
Dengan perkembangan zaman teknologi, kalangan muda sudah mulai meminati minuman tradisional es gempol ini.
“Tapi dengan adanya Tiktok, sekarang banyak anak-anak belasan tahun yang mencoba. Mungkin dulunya dia tidak tahu, karena penasaran dari sosial media, akhirnya mereka tertarik,” ujarnya.
Nurul mengaku senang, selai minuman tradisional ini hanya diketahui kalangan milenial keatas, sekarang anak-anak generasi Z juga suka.
“Ya senang sekali, karena ini kan minuman tradisioal, kalau anak-anak muda itu mulai menikmati dan mulai kenal akhirnya akan terjaga terus tradisi ini,” paparnya.
Nurul menjelaskan, minuman gempol merupakan minuman tradisional Semarang, bahkan tertulis di buku Semarangan.
“Sebenarnya gempol sendiri beberapa kota juga ada, tapi memiliki rasa yang khas masing-masing. Kalau Semarang cenderung gurih, pakai gula halus untuk pemanis, isinya hanya gempol dan pleret,” jelasnya.
Harga Es Gempol
Satu mangkok es gempol ini, bisa kita dapat dengan harga Rp9 ribu. “Kita jual per mangkok Rp 9 ribu saja,” katanya.
Di hari biasa, Nurul bisa menjual es gempol hampir 50 porsi. Rata-rata pembeli adalah keluarga yang sedang jalan-jalan bahkan dari luar kota.
“Kalau hari biasa bisa mencapai 50 porsi, waktu liburan bisa lebih dari itu. Kebanyakan yang datang adalah keluarga sedang jalan-jalan dan bahkan dari luar kota,” terangnya.
Nurul buka kedai Kenco ini setiap hari dari pukul 10.00 wib hingga 15.00 wib. Dan meraih omset penjualan Rp500 ribu per hari. (*)
Editor: Elly Amaliyah





