Jateng

Menelusuri Kehidupan Kolong Jembatan di Kota Semarang, 5 Kilometer dari Balaikota

×

Menelusuri Kehidupan Kolong Jembatan di Kota Semarang, 5 Kilometer dari Balaikota

Sebarkan artikel ini
kolong jembatan Soekarno-Hatta
Sukarti dan gerobak angkringannya yang berada di kolong jembatan Jalan Soekarno-Hatta. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

Tinggal di tempat yang jauh dari kata layak tentu memiliki berbagai keterbatasan. Untuk memenuhi kebutuhan air seperti memasak dan mandi misalnya. Sukarti harus membeli air bersih yang kemudian ia tampung kedalam dua drum berwarna biru.

Sementara untuk listrik, Sukarti tentu tidak mendapat aliran dari PLN. Ia lantas memanfaatkan aki untuk menerangi kolong jembatan itu.

Perihal bantuan pemerintah, Sukarti mengaku hanya mendapat bantuan beras sebanyak 10 kilogram tiap bulannya. Padahal, tempatnya hanya berjarak 5 kilometer dari Balai Kota Semarang.

BACA JUGA: Melihat Potret Pecinan Dulu dan Sekarang Lewat Pameran Kartu Pos

“Walaupun cuma segitu tapi lumayan bisa membantu,” kata Sukarti.

Namun demikian, meski hidup dengan berbagai keterbatasan, Sukarti tetap berkali-kali mengutarakan rasa syukurnya. Menurutnya, hidup di kolong jembatan sudah menjadi pilihannya untuk tetap mencari secuil rejeki.

“Yang penting sehat. Aku miskin nggak papa. Mati nggak papa, dunia tidak dibawa,” tandasnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp