Sementara untuk main course, Bathari menawarkan berbagai sajian nusantara seperti Bebek Bali Crispy, Cumi Hitam Pekalongan, Ikan Woku Belanga, Ayam Bakar Taliwang Lombok, Sate Komoh Pasuruan, Kerang Bakar Jimbaran, dan Soto Betawi.
Head Chef Gde Prasetyo mengatakan 100 persen menu yang disajikan adalah Indonesian Food yang dikemas modern. “Di tengah serbuan berbagai menu luar negeri, kami yakin menu nusantara masih leading. Makanan Indonesia ini bisa dikonsumsi setiap hari, tapi menu western belum tentu,” tandasnya.
Owner Bathari Restaurant Salatiga, Monica Angelina mengatakan, restonya menawarkan suasana cozy dan lebih mengincar segmen keluarga. “Segmennya lebih ke family. Karena itu menu disini semua konsepnya sharing. Satu menu bisa untuk dua atau tiga orang,” katanya.
Bathari Restaurant Salatiga, lanjutnya, dibangun di bangunan heritage yang dipugar tanpa menghilangkan bentuk aslinya. “Resto ini bergaya kolonial, vintage, dan oldies. Semua masih asli, termasuk kayu dan keramiknya,” ujarnya.
Dia menambahkan, Salatiga saat ini sudah menjadi destinasi wisata seperti Semarang dan Solo. “Kami ingin ikut meramaikan Salatiga. Sejak resto buka sampai sekarang, banyak pengunjung dari Semarang dan Solo yang datang kesini,” paparnya. (*)





