SEMARANG, beritajateng.tv – Makna atas sebuah karya fotografi yang tidak sebatas karya visual namun juga memiliki cerita terefleksikan dengan baik dalam Pameran Foto Selaras 2023 oleh mahasiswa Univeristas Negeri Semarang (Unnes).
Pameran Foto Selaras 2023 sendiri bertempat di Widya Mitra, Jalan MT Haryono, Semarang, 15-16 Juli 2023.
Melalui pameran fotografi bertajuk “Selaras 2023 Do You See What I Feel?”, sebanyak 26 mahasiswa yang tergabung dalam UKM Fotografi CLIC Unnes menampilkan 71 karya yang terdiri dari photo single dan photo series.
Seluruh karya mampu memvisualisasikan bagaimana arti dari sebuah visual yang tidak terbatas pada jepretan lensa semata. Namun, juga bagaimana cerita di balik foto tersebut berusaha tersampaikan.
Ikhsan Rahmat, Ketua Pameran sekaligus Wakil Ketua UKM CLIC Unnes mengatakan, seluruh karya yang tampil dalam pameran ini telah melewati proses kurasi. Dari sekian puluh karya yang masuk, terpilihlah 71 karya dengan kualitas terbaik yang memang mampu merepresentasikan tema dengan baik.
“Sesuai temanya ‘Do You See What I Feel?’, pameran ini juga sebagai perasaan bagaimana sih kita manusia bisa mengungkapkan perasaan dengan media foto,” kata Ikhsan ketika beritajateng.tv berkunjung, Sabtu, 15 Juli 2023.
BACA JUGA: Terinspirasi Karimunjawa, Mahasiswa Unnes Gelar Pameran Tunggal Bertajuk Zooxanthellae
Foto-Foto di Pameran Foto Selaras 2023 Tak Terbatas Tema Tertentu
Ikhsan melanjutkan, foto-foto yang terpamerkan tidak terbatas pada suatu tema tertentu. Pun alatnya tidak harus menggunakan kamera profesional. Hanya saja, rentang waktu pengambilan foto terbatas maksimal satu tahun, tepatnya dari bulan Oktober tahun 2022 kemarin.
“Ada yang menggunakan kamera profesional, ada yang menggunakan hp, bebas, karena kita membebaskan mereka berekspresi sebebas mungkin, yang terpenting adalah pesannya tersampaikan,” lanjutnya.
Melalui tema “Do You See What I Feel?”, para pameris memang diminta untuk bisa bercerita melalui karya foto. Salah satu pameris, Alaiyya Rachma mengaku tidak terlalu menemui kendala berarti. Lihat saja salah satu karyanya.
Dengan judul ‘Mengapung’, Alaiyya memotret dengan baik pemandangan sebuah kapal yang sedang bersandar di dermaga. Caption-nya, “Manusia itu naif, seringkali mereka terapung-apung di antara realitas dan eksprektasi.”
Alaiyya yang menyukai dunia fotografi sejak SMP itu dapat dengan mudah menuangkan cerita ke dalam kata-kata.
“Aku sendiri cukup mudah karena apa yang aku lihat bisa aku rasain lewat foto dan tulisan. Apa yang kita lihat sebagai fotografer, kita tuangkan di sini melalui kata-kata sesuai dengan perasaan kita,” ucapnya.
Alaiyya mengungkapkan bahwa sebagian karya terinspirasi ketika ia sedang hunting street-photography. Apalagi ketika ingin menonjolkan sebuah perasaan dan cerita, street-photography adalah pilihan yang terbaik.
“Genre yang bisa dapat feel-nya itu street-photography. Lebih dapat perasaannya karena real, alami, dan natural. Berbeda dengan foto model yang terkonsep,” lanjutnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





