Politik

Metamorvoteart, Cara KPU Jateng Ajak Pemilih Muda Lewat Seni

×

Metamorvoteart, Cara KPU Jateng Ajak Pemilih Muda Lewat Seni

Sebarkan artikel ini
KPU jateng metamorvoteart
KPU Provinsi Jawa Tengah bersama UIN Walisongo Semarang menggelar Metamorvoteart, Sabtu, 19 Oktober 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – KPU Provinsi Jawa Tengah kembali mengunjungi kampus untuk mengampanyekan Pilkada 2024 ke kalangan mahasiswa.

Kali ini, bersama UIN Walisongo Semarang, KPU Goes to Campus menggelar Metamorvoteart. Tak tanggung-tanggung, 125 karya seni dari seniman 28 negara terpajang dalam acara tersebut.

Kadiv Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdklihparmas) KPU Jateng, Akmaliyah menjelaskan, KPU Goes to Campus bukanlah agenda baru. Melainkan telah berlangsung beberapa kali.

Namun, bersama UIN Walisongo Semarang ini, konsep KPU Goes Campus memang cukup berbeda.

“Kegiatan yang digelar di UIN Walisongo Semarang lebih ke artistik,” ucapnya kepada beritajateng.tv usai pembukaan di Galeri UIN Walisongo, Sabtu, 19 Oktober 2024, petang.

BACA JUGA: Debat Pilgub Bakal Diadakan 3 Kali, KPU Jateng: Sekali di Oktober dan Dua Kali di November

Ia menjelaskan, Metamorvoteart tidak hanya berisi pameran lukisan saja. Namun berbagai kegiatan menarik lainnya.

Seperti kompetisi standup comedy, dialog bersama seniman nasional Sudjiwo Tedjo, hingga kajian bersama Habib Jafar Al-Hadar.

Sasar pemilih gen Z

Akmaliyah menyebut, tujuan Metamorvoteart sebagai ajang sosialisasi dan meningkatkan partisipasi pemilih muda dalam Pilkada Jateng, terutama Pilgub.

“Pemilih muda sangat potensial dalam pelaksanaan Pilkada serentak di Jateng. Pasalnya dari 28 juta DPT, 51 persen adalah kaum milenial dan gen Z,” kata Akmal.

Dari 51 persen itu, lanjut Akmal, gen Z menyumbang sekitar 21 persen dan sisanya adalah kaum milenial. Oleh karenanya, pihaknya terus berupaya agar pemilih muda teredukasi dan berpartisipasi dalam Pilkada.

“Sementara untuk target keseluruhan partisipasi Pilkada tahun ini mencapai 78 persen,” beber Akmal.

Sementara itu, Ketua Pengarah Metamorfosart, Abdullah Ibnu Thalhah, menambahkan, nama asli dari pameran ini adalah Metamorfosart yang berlangsung hingga 2 minggu kedepan.

BACA JUGA: Mengupas Cerita “Kegelapan” Penyandang Tuna Netra Lewat Pameran Fotografi Semarang

Khusus untuk pembukaan hari ini, kata Ibnu, mengusung tema Metamorvoteart karena kerjasama Prodi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam UIN Walisongo bersama KPU Jateng.