“MilkLife Soccer Challenge menjadi ruang strategis untuk menguatkan komitmen CSR Bayan Group melalui Bayan Peduli. Antusiasme peserta, keterlibatan sekolah serta dinas terkait, hingga munculnya SSB putri baru menjadi indikator positif. Kami ingin memperkuat ekosistem sepak bola putri Kalimantan melalui dukungan penuh,” ujar Merlin.
Masuk Seri 2 dan Jangkau Kalimantan
Memasuki Seri 2 dan menjangkau Kalimantan, MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 diharapkan semakin memperkokoh fondasi sepak bola putri Indonesia serta membuka ruang pembinaan bagi talenta muda berbagai daerah.
“Kami berharap keterlibatan Bayan Peduli mendorong lebih banyak siswi Kalimantan mencintai dan menekuni sepak bola sejak usia dini. Dari sini kami optimistis akan lahir pesepak bola putri yang kelak membawa tim nasional berprestasi tingkat dunia,” papar Merlin.
Sejak penyelenggaraan awal, MLSC berhasil menciptakan efek berantai, mulai dari meningkatnya minat siswi terhadap sepak bola, bertambahnya kegiatan ekstrakurikuler dan SSB putri, hingga terbukanya jalur pembinaan menuju level lebih tinggi, termasuk seleksi tim nasional.
Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude, Leonardo Sedubun, menyatakan bahwa MLSC memberi dampak besar bagi perkembangan sepak bola putri. SSB None Mude terbentuk pasca MilkLife Soccer Challenge All-Stars Januari 2025 dengan 20 atlet. Kini, SSB tersebut menaungi sekitar 100 atlet putri.
BACA JUGA: SDN Sendangmulyo 04 Menangi MilkLife Soccer Semarang 2025 KU-12, SDN Klepu 03 Hattrick Juara KU-10
“Setelah All-Stars, banyak atlet datang untuk bergabung. Sekarang sekitar 100 atlet tercatat. Sebagian kami rekomendasikan ke SSB lain karena faktor jarak,” ujar Leo, yang juga menjabat Pelatih Kepala MLSC Tangerang.
Ia menilai program berjenjang Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife telah berjalan sesuai koridor, mulai dari MLSC KU 8, KU 10, dan KU 12, berlanjut ke Hydroplus Pertiwi Cup U-14 dan U-16, serta Hydroplus Soccer League U-15 dan U-18.





